Panglima TNI dan Kapolri Hadiri Pidato Kebangsaan di Bangkalan

950 views

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan pesan soal bahaya ancaman non militer atau nirmiliter. Ancaman berupa cyber trap, dan berita hoaks itu, dinilai sangat berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan, ketika Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menghadiri
Pidato Kebangsaan bertajuk
‘Membangun Kebersamaan untuk Indonesia Berkemajuan’ di Pendapa Agung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (1/4/2019).

“Ancaman yang lagi ngetren, bukan lagi ancaman militer antar negara. Tapi, ancaman siber dan berita hoaks yang sangat membahayakan,” ucapnya.

Hadi mengakui, jika perkembangan teknologi informasi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, banyak sekali memberikan kemudahan bagi manusia. Terutama, dalam membangun perusahaan start up dan unicorn.

“Tapi dibalik itu semua, ada bahaya mengancam. Kita dengan mudahnya menerima berita-berita hoaks. Bahkan, tak jarang sampai terpengaruh,” imbuhnya.

Masyarakat sambung Hadi, harus berhati-hati mencerna informasi untuk memastikan kebenarannya.Sebab, informasi yang salah dapat memecah belah persatuan dan berakibat pada stabilitas keamanan negara.

“Menjaga stabilitas keamanan negara adalah tugas Panlima TNI dan Kapolri,” papar Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad