Pantauan Pelaksanaan UN SMP di Daerah Pinggiran

708 views
siswa saat mengerjakan soal UNAS-foto:Aryan/MC.com

siswa saat mengerjakan soal UNAS-foto:Aryan/MC.com

1 siswa Menghilang, 5 Menikah dan 2 DO | Oleh : Aryan

Maduracorner.com, Bangkalan – Peserta UN 2014 SMP pinggiran, khususnya siswa SMP Terbuka dan SMP Penggabung (swasta) di Kecamatan Sepulu, Klampis dan Arosbaya hingga memasuki hari kedua pada pelaksanaan UN tahun ini diwarnai sejumlah kasusu, diantaranya 1 orang peserta UN menghilang, 5 orang menikah dan 2 orang drop out (DO).

“Dari 288 peserta UN 2014, 1 siswa SMP Terbuka berinisial MZ menghilang tak tentu rimbanya sejak kemarin dan 1 siswa inisial HS berasal dari SMP penggabung SMP Darut Tauhid Sepulu, dinyatakan DO pasalnya tidak pernah mengikuti pelajaran dikelas dan tidak hadir sejak hari pertama pelaksanaan UN 2014. Praktis kedua siswa ini dinyatakan tidak lulus UN 2014,” ujar kasek SMPN 1 Sepulu, Agus Suripto, Selasa, (6/5).

Ketidak hadiran dan menghilangnya MZ itu, kata Agus, tak ayal membuat orang tua siswa serta keluarganya kalang kabut karena hingga hari ini keberadaa HZ belum juga diketahui. Termasuk pihak sekolah yang ikut membantu mencari ke rumah teman -temannya yang biasa diajak cangkru’an, juga tidak ada, dan pulang dengan tangan hampa. Sedangkan HS, dinyatakan DO karena mengundurkan diri, dengan alasan diajak ortunya merantau ke Kalimantan dan tidak ikut UN 2014

“Siswa yang paling sering tidak ikut UN kebanyakan berasal dari SMP Terbuka dan SMP Penggabung. Kita sudah berusaha melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, kades dan keluarganya. Tapi kalau ortunya berkehendak lain, sekolah tidak bisa berbuat apa-apa,” terang Agus.

Hal Serupa juga dialami peserta UN di SMPN 1 Klampis, Sebab dari 255 peserta UN, 2 siswi dari SMP Terbuka inisial M, N dan 1 siswi SMP penggabung dari SMP swasta Ainul Yakin inisial NJ, tidak ikut UN 2014 karena di nikahkan oleh ortunya.
“Kami dibantu kades, ulama dan tokoh tokoh masyarakat tak henti-hentinya memberi pengertian kepada ortu siswa tentang arti pentingnya pendidikan bagi seorang anak.

Tapi kalau ortunya memutuskan untuk menikahkan, kami terpaksa angkat tangan,” ungkap kasek SMPN 1 Klampis, Imam Syafi’i.

Sementara itu, di SMPN-1 Arosbaya, dari 403 peserta UN 2014, 1 siswa inisial N dari SMP penggabung Darut Tauhid terkena sanksi DO karena tidak pernah masuk sekolah tanpa kabar dan tidak ikut UN. Sedangkan 2 siswi SMP Terbuka inisial HT dan H gagal ikut UN karena dinikahkan oleh ortunya.

“Kasus yang banyak terjadi ditingkat pedesaan dan tidak sempat ikut UN khususnya SMP Terbuka akibat sering terjadinya pernikahan dini,” pungkas kasek SMPN 1 Arosbaya,” Moh.Syafi’I. (yan/shb)

Email Autoresponder indonesia