Pasar Anom Sumenep Kembali Terbakar

473 views

Petugas pemadam kebarakan berupaya memadamkan kobaran api yang melalap kios Pasar Anom Sumenep. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Lima kios di blok A Pasar Anom, pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ludes terbakar, Jumat 03 mei 2019 sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peritiwa ini. Hanya saja ditaksir menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Menurut salah satu saksi mata yang berada di lokasi kebakaran, Sunarto menceritakan bahwa kebakaran berawal dari salah satu kios yang menjual sandal, yaitu took sahabat saat itu pemilik kios sekitar pukul 16.30 sudah menutup tokonya.

“Namun tidak berselang lama kios penjual sandal itu mengeluarkan asap dengan kobaran api yang dengan cepat menjalar ke kios lainnya, belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut,” katanya.

Sontak kejadian kebakaran pasar tradisional ini membuat ratusan warga yang dekat pasar pun panik berhamburan berusaha membantu petugas dari pemadam kebakaran yang datang ke lokasi untuk memadamkan api. Terdapat dua mobil pemadam kebaran dan satu unit mobil dari PDAM setempat dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.

Sementara sejumlah pedagang lainnya panik berusaha mengamankan barang-barang dagangannya dari amukan si jago merah tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep, yang membidangi perekonomian, Badrul Aini saat datang ke lokasi kebakaran, mengaku kecewa kepada pihak pengelola pasar, yang dinilai tidak serius melakukan pengelolaan pasar, termasuk tidak melengkapi tingkat keamanan yang maksimal sehingga pedagang dihantui rasa ketakutan.

“Kejadian kebakaran kali ini merupakan yang ketiga kalinya sajak kebakaran pertama tahun 2017 sebanyak 40 kios terbakar, dan kebakaran kedua tahun 2014 lalu sebanyak 600 kios terbakar, sehingga pedagang mulai dihantui ketakutan karena pasar anom di sumenep ini sudah dianggap tidak aman,” paparnya.

Politikus Partai Bulan Bintang ini, berencana secepatnya akan memanggil pengelola pasar, untuk melakukan evaluasi terkait pengelolaan pasar yang dinilai tidak maksimal tersebut. ”Kami segera panggil pengelola pasar untuk doevaluasi,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad