Pasien BPJS di PMK Galis Ditarik Biaya Rapid Test

552 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Pasien BPJS Kesehatan di Kabupaten Bangkalan ditarik biaya saat rapid test di Puskesmas Galis. Pasien hendak melahirkan tersebut berinisial H (21) Asal Desa Galis, Kecamatan Galis.

Ibu pasien, Mistiyah menceritakan kejadian tersebut kepada Maduracorner.com, pada Rabu, (22/9/2020). Saat itu anaknya
hendak memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Galis.

Setelah tiba di Puskesmas, anaknya langsung ditangani bidan atau perawat yang bertugas ditempat.

Bidan yang menangani anaknya tersebut, kata Mistiyah mengatakan, bahwa kehamilan anaknya sudah mulai memasuki masa kelahiran atau menurut bahasa medis pembukaan pertama. Menurut Mistiyah, usia kandungan pasien masih delapan bulan berjalan.

Hasil Kontraksi dari perawat Puskesmas Galis yang menangani H, disarankan untuk dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Lantaran usia kandungan yang masih 8 bulan dan tidak alat yang memadai jika bayi dilahirkan secara prematur di Puskesmas Galis.

Namun, sebelum dirujuk ke RSUD Bangkalan, pasien H diminta untuk rapid test berbayar Rp. 150 ribu. Karena dikhawatirkan ada gejala Covid-19.

Tanpa pikir panjang, dia pun langsung membayar demi keselamatan nyawa anaknya yang mengandung.

“Iya anak saya disuruh bayar rapid tes disana (Pukesmas Galis, red) sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bangkalan, diminta biaya Rp.150 ribu,” ucap Mistiyah.

Lebih Parahnya lagi, anaknya yang dikatakan sudah pembukaan untuk lahiran, ternyata setelah diperiksa perawat RSUD Syamrabu Bangkalan belum ada tanda-tanda untuk melahirkan, bahkan belum ada pembukaan. Namun, setelah diperiksa oleh Dokter  Pasien dan calon bayi dalam kondisi sehat.

“Kata perawatnya belum pembukaan sama sekali, belum ada tanda-tanda untuk melahirkan, bahkan diminta untuk mempertahankan 9 bulan untuk lahir normal,” kata dia.

Kepala Puskesmas Galis Rudi Hartono mengatakan, penarikan biaya rapid tes memang diberlakukan kepada pasien. Sebab, meski sudah menggunakan kartu BPJS Kesehatan tidak bisa diklaimkan.

“Iya meski pakai BPJS tetap bayar untuk rapid tes-nya, karena tidak ditanggung BPJS mas,” kata Rudi sapaam akrab Kepala Puskesmas Galis saat dikonfirmasi melalui sambungan via WhatsAap.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengatakan, penarikan biaya rapid tes hanya diberlakukan kepada pasien yang secara khusus meminta untuk keperluan pribadi seperti bekerja atau bepergian.

Sedangkan, untuk pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan lalu melakukan rapid tes untuk keperluan diagnosis penyakitnya tidak dikenakan biaya.

“Kalau permintaan iya (bayar). Tapi kalau untuk diagnose penyakit tidak (perlu bayar),” (Ris)

Email Autoresponder indonesia