PBR dan PMU, Roller Coaster Dengan Arah Berlawanan

468 views

PBR pesaing PMU di Papan Bawah | Oleh Mamad el Shaarawy

K-Conk Jakarta -foto : Mamad/MC.com

K-Conk Jakarta -foto : Mamad/MC.com

Maduracorner.com, Bangkalan – Banyak orang menuding Persepam Madura United (PMU) dalam kondisi kritis. Hal ini wajar melihat hasil minor skuad asuhan Daniel Rukito (DR) tersebut dalam 10 laga terakhir. Statistik mereka terbilang sangat buruk, yakni 5 kali seri dan 5 kali kalah atau 10 laga tanpa kemenangan! Imbasnya, PMU harus terpaku di zona playoff yakni peringkat 15 dengan 22 poin dari 21 pertandingan.

Zona playoff tersebut menjadi batas terakhir dari zona degradasi. Klub yang berada di peringkat 15 nantinya akan diadu dengan salah satu klub terbaik divisi utama untuk memperebutkan 1 slot tersisa bagi klub yang akan main di ISL.

Bertahan di zona playoff tentu bukanlah pilihan terbaik bagi PMU. Mereka harus mentas dari posisi tersebut. Salah satu caranya adalah mengalahkan Pelita Bandung Raya (PBR). Apalagi klub reinkarnasi dari Pelita Jaya ini memang menjadi salah satu pesaing di papan bawah ISL saat ini. Keduanya akan bentrok dalam lanjutan ISL di Stadion Siliwangi Bandung, sabtu besok (01/06).
Awalnya, penampilan PBR memang terkesan jelek. Mereka sempat terpaku pada zona degradasi hampir di sepanjang putaran I ISL 2013 lalu. Namun performa mereka mulai membaik saat memasuki akhir putaran I. Termasuk menahan imbang PMU di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Skuad ini kian menunjukkan perbaikan saat putaran II dimulai. Dari statistic 5 laga terakhir, mereka tidak terkalahkan dengan rincian 2 kali menang dan 3 kali seri. Bahkan, dua angka berhasil mereka raih dalam lawatan ke Papua. Yakni menahan imbang Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura! Ibarat rollercoaster, setelah menukik tajam, PBR langsung melejit ke atas melewati tanjakan.
Hal ini berbanding terbalik dengan dengan penampilan PMU. Klub yang dikelola managemen dibawah bendera PT Pojur Madura United ini, sempat menuai pujian banyak pihak hampir di sepanjang putaran I. Mereka mampu meraih hasil-hasil postif dengan menumbangkan beberapa klub favorite. Termasuk mengalahkan Mitra Kukar 3-1 di SGB. Bahkan dari 2 laga away beruntun ke kadang PSPS Kampar dan Persija, PMU meraih hasil sempurna 6 poin.

Saat itu tim berjuluk Laskar Sapeh Kerap ini disebut-sebut tim promosi yang berpotensi mengusik kemapanan tim-tim papan atas ISL. Meski tanpa pemain bintang kelas 1, PMU mampu memperlihatkan permainan bagus.

Namun sayang, itu hanya bertahan sebentar. Saat mendekati akhir putaran I, PMU menunjukkan performa menukik. Dari 10 laga terakhir mereka, tidak ada satu pun kemenangan yang berhasil diraih. Rinciannya, 5 kali seri dan 5 kali kalah. PMU hanya meraih 5 poin dari 15 poin maksimal yang bisa mereka dapatkan. Ibarat laju rollercoaster, setelah bergerak ke atas, PMU malah menukik tajam melewati turunan.

Dan laga sabtu malam yang dijadwalkan bakal disiarkan live salah satu TV nasional tersebut akan menghadirkan rivalitas tinggi. Kedua tim akan tampil fight meraih kemenangan. Hitungan angka seri pun harus dinafikkan. Hal ini karena kedua kubu memang tengah berburu angka guna menjauh dari papan bawah.

Jika mampu meraih 3 poin, PBR yang saat ini ada di posisi 13akan terkerek ke 10 besar. Sebaliknya, jika PMU yang menang maka mereka akan melewati PBR di papan klasemen. Masyarakat Madura tentu berharap kemungkinan kedua-lah yang bakal terjadi. Penggemar PMU pun berharap, rollercoaster Laskar Sapeh Kerap akan kembali pada track naik keatas guna segera menjauh dari zona bawah klasemen ISL 2013. (mad)