Pedagang Srimangunan Nilai Bantuan Pemkab Bagi korban Kebakaran Tidak Adil

image

Peagang pasar protes-foto: s umar/MC.com

Sampang,Maduracorner.com–  Pembagian bantuan kepada korban kebakaran pasar srimangunan Sampang oleh Dinsosnakertrans Sampang diwarnai protes oleh sejumlah pedagang. Para pedagang kecewa karena nilai bantuan sama rata antara pemilik kios maupun lapak yang terbakar dengan pedagang yang terkena dampak kebakaran.

Menurut Salah seorang pedagang korban kebakaran, Moh. Amin, seharusnya Pemerintah mempertimbangkan dengan tidak membagi rata nilai bantuan antara pedagang yang barangnya habis terbakar dengan pedagang yang masih bisa menyelamatkan barang dagangannya. “Total pedagang yang terkena kebakaran di blok C2 lantai 416, lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terbakar berjumlah 289 lapak semuanya ludes terbakar, Sedangkan dari 127 kios yang terbakar yang 86 kios barangnya ludes terbakar dan  41 kios lainya barangnya masih terselamatkan, nah ini yang barangnya masih bisa diselamatkan juga mendapat bantuan yang sama dengan pedagang yang barangnya ludes terbakar,” kata Moh Amin dengan nada  protes,Selasa (03/09/2014)

Sementara itu menurut Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Sampang, Malik Amrulloh, nilai bantuan yang diberikan kepada korban kebakaran hasil pertimbangan tim yang dari pihak terkait seperti Dispendaloka, Dinsosnakertrans, BPBD dan Forpimda Sampang yang sepakat disamakan nilai bantuan untuk korban kebakaran. “Yang terkena dampak itu juga menjadi korban kena musibah dalam artian kiosnya tidak terbakar tapi barang dagangannya rata-rata 50 % hilang itu dari analisa tim” jelas Malik.

Untuk bantuan korban kebakaran, Pemkab Sampang memberikan uang tunai sebesar 1.950.000,- rupiah per/pedagang yang jumlahnya mencapai 416 orang, dengan total bantuan sebesar 811.200.000,- rupiah.

Penulis  : S Umar Al Farouq
Editor    : Sohib