Pegadaian Konvensional di Madura Dialihkan ke Sistem Syariah

618 views

Direktur Utama PT Pegadaian Sunarso, dan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin saat meresmikan layanan pegadaian syariah di kanwil Pegadaian Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- PT Pegadaian (Persero) resmi melakukan program konversi berupa pengalihan 87 outlet pegadaian konvensional ke sistem pegadaian syariah di seluruh Madura per 1 Juli 2018. Pengalihan sistem ini, melihat potensi di Madura yang penduduknya mayoritas beragama islam.

“Motif nasabah di Madura yang datang ke pagadaian antara benefit dan syar’i seimbang. Sebab, hampir 99,6 persen masyarakat Madura beragama islam,” jelas Direktur Utama PT Pegadaian, Sunarso usai peresmian layanan pegadaian syariah di Kabupaten Bangkalan, Senin (2/7/2018).

Program konversi 100 persen syariah tersebut, berawal dari kujungan PT Pegadaian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke pesantren-pesantren di Madura. Pada sat itu, santri dan kiai menyampaikan aspirasinya Ketua MUI KH Ma’ruf Amin agar dapat difisilatasi layanan gadai syariah.

“Alhamdulilah apa yang menjadi komitmen kami kepada masyarakat Madura sudah terwujud. Jadi sekarang tidak ada lagi layanan pegadaian konvensional di Madura,” imbuh Sunarso.

Menurutnya, layanan gadai syariah ini bukan bersifat eksklusif, tapi inklusif. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak sebatas untuk nasabah muslim saja. Namun, berlaku bagi semua nasabah muslim maupun non muslim. Hal ini, menjadi langkah awal memajukan ekonomi di Madura berbasis syariah.

“Semoga dapat memajukan bisnis dan menyejahterakan umat,” ucapnya.

Sunarso menambahkan, hingga saat ini pegadaian memiliki 4.322 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 611 kantor cabang di antaranya merupakan kantor layanan syariah.

“Sekarang kantor layanan syariah bertambah 87 outlet di Madura, maka totalnya sebanyak 698 layanan syariah,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin menyambut baik apa yang telah dilakukan PT Pegadaian yang menkonversi sistem konvensional menjadi syariah di Madura. Diharapkan, masyarakat semakin paham dengan keberadaan pagadaian syariah.

“Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Saya berharap sistem konversi ini dapat meningkat lebih besar lagi,” tandasnya. (*)

Penulis : Riyan Mahesa

Editor : Ahmad