Pejabat BLH Bangkalan dan Kontraktor Ditahan Kejari

1104 views

Tiga tersangka usai menjalani pemeriksaan di Kejari Bangkalan

Bangkalan, Maduracorner.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan menahan Kepala Bidang Pertamanan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan, Panca Setiadji, Selasa (13/12/2016). Penahahan tersebut terkait dugaan korupsi dana proyek pembangunan Taman Paseban tahun 2015.

Selain itu, Kejari juga melakukan penahanan terhadap pelaksana proyek H. Humaidi dan Karsono pemborong proyek senilai Rp 5,9 miliar yang berlokasi di Alun-alun Bangkalan tersebut.

Terungkapnya kasus dugaan korupsi tersebut, berawal dari hasil audit Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) yang menemukan kerugian negara sebesar Rp 525 juta dalam pengerjaan proyek Taman Paseban.

Kuasa Hukum ke tiga tersangka, Muhammad Aris tampak keberatan atas penahanan kliennya. Dia menilai temuan BPK itu telah diselesaikan ditingkat pembuat kebijakan yaitu pelaksana proyek bersedia mengembalikan uang yang dipersoalkan BPK tersebut.

“Klien kami diberi waktu hingga akhir Desember ini untuk mengembalikan uang tersebut. Tapi pada 7 Desember uang kerugian sudah dikembalikan semua, jadi tidak ada lagi kerugian negara,” ujar Aris.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mempertanyakan langsung kepada Kejari mengapa kasus ini masih berlanjut hingga kliennya ditetapkankan sebagai tersangkan dan ditahan.

“Kita kan sudah buat komitmen dengan BPK dalam penyelesaian kasus ini. Tapi kok masih dilanjut,” sesal Aris.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangkalan, Nurul Hisyam membenarkan pengembalian uang tersebut. Akan tetapi, hal itu dilakukan setelah ketiganya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau sudah dikembalikan semua tidak mungkin terbit laporan kerugian negara sebesar Rp 525 juta,” kata Hisyam.

Kesepakatan dengan BPK itu lanjut Hisyam tidak menggugurkan perkara. Karena temuan BPK telah masuk dalam LHP, sehingga sebagai aparat menegak hukum harus menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Kami tidak sembarangan menetapkan tersangka dan melakukan penahanan tanpa dua alat bukti yang kuat,” tegasnya.

Penahanan bagi tiga tersangka itu sesuai surat perintah kepala kejaksaan. Selain untuk memudahkan proses penyidikan, mereka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan melakukan perbuatannya kembali.

“Kami juga belajar dari kasus yang dulu, kalau tidak ditahan bisa lama prosesnya,” tandasnya.(*)

 

Penulis: Heriyanto Ahmad
Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia