Pelayanan RSUD Bangkalan Mengecewakan, Masa Aksi PMB Minta Direktur RS Dicopot

Bangkalan, Maduracorner.com, Ratusan warga Bangkalan yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Madura Bersatu (PMB), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jumat (06/11/2020).

Sedikitnya ada tiga point yang massa aksi suarakan dalam orasinya, salah satu diantaranya mendesak Direktur RSUD Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani mundur dari jabatannya.

Selain itu, Massa aksi mengaku, pelayanan di RSUD Bangkalan dibawah kepemimpinan dr. Nunuk Kristiani sangat mengecewakan. salah satu yang menyakiti hati masyarakat, adanya kejadian yang baru saja terjadi seorang ibu hamil warga Desa Dabung, anaknya meninggal di RSUD Bangkalan dan hendak mau sewa mobil ambulan diminta ongkos 2,7 juta.

Sementara, orang tuanya tidak mampu untuk membayar
biaya tersebut, mirisnya lagi salah satu petugas rumah sakit justru menyuruhnya agar membawa jenazah anaknya dengan sepeda motor.

“Kami ini atas dasar kemanusiaan dan kekecewaan terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Bangkalan, karena salah satu masyarakat di Bangkalan kehilangan nyawa buah hatinya,” ujar Rahman dalam orasinya.

Selain itu kata dia, kasus kedua yang datang dari warga Dusun Batobella Muani, pasien masuk RSUD untuk menjalani oprasi Cesar, karena anaknya dinyatakan meninggal oleh dokter hikmah. Sebelum di caesar wanita ini baik-baik saja layaknya orang hamil biasa, tetapi setelah dioperasi di RSUD Bangkalan mengalami lumpuh total.

Tidak hanya itu, kasus yang lain dari warga Desa Kombangan, dia mengalami kecelakaan sekitar jam 11 siang masuk RSUD Bagkalan jam 13.00 Wib, namun, pihak Rumah Sakit berbelit-belit untuk menangani pasien ini lantaran menggunakan BPJS. Padahal kondisi pasien sangat parah.

“Setalah keluarganya mau untuk pindah ke katagori umum ternyata pasien langsung cepat ditangani,” imbuhnya.

Dalam aksinya, massa juga menyatakan kecewa atas hilangnya rasa kemanusiaan di RSUD Bangkalan. Selain itu, massa meminta DPRD setempat mengusut kasus ini secara hukum, serta melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Bangkalan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bangkalan, Mohammad Fahad mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak rumah sakit untuk mengklarifikasi apa yang menjadi tuntutan oleh Pemuda Madura Bersatu (PMB).

“Kami selaku DPRD akan berkomitmen memanggil pihak RSUD untuk mengklarifikasi apa yang menjadi aduan para aksi,” ujarnya.

Sementara, untuk melakukan pemecatan Directur RSUD Bangkalan bukanlah wewenangnya, melainkan wewenang Bupati Bangkalan.

“Kalau untuk pemecatan, itu bukan wewenang kami, tetapi kami akan memanggil semua pihak terkait untuk berdialog secara terbuka,” imbuhnya.

Sementara itu, wakil Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan, terkait aduan dan temuan masyarakat tentang pelayanan di RSUD Bangkalan, pihaknya mengaku akan menyampaikan kepada Bupati Bangkalan.

“Akan kami sampaikan, terutama terkait pemecatan, karena untuk hal itu harus melalui mekanisme yang berlaku. Terkait adanya dugaan pelanggaran, nanti kami akan turunkan inspektorat untuk memproses itu,” pungkasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia