Pemakaman Jenazah Covid-19 butuh Biaya Jutaan Rupiah

861 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Jumlah pasien terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Bangkalan pertanggal 10 Juni 2020 sebanyak 94 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang meninggal dunia.

Selain itu, angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 31 dan 24 meninggal dunia. Sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) 958 dan Orang Dalam Risiko (ODR) mencapai 20.041 Orang.

Pengobatan pasien corona membutuhkan biaya yang mahal. Termasuk untuk pasien yang meninggal dunia, masih membutuhkan biaya jutaan rupiah.

Pemerintah juga menanggung biaya pemakaman jenazah untuk pasien yang meninggal dunia dengan rincian biaya pemulasaran Rp. 550.000, kantong jenazah Rp.100.000, peti jenazah Rp. 1.750.000, plastik erat Rp. 260.000, disinfektan jenazah Rp.100.000, transportasi untuk mengantar jenazah Rp. 500.000 , dan disinfektan mobil Rp. 100.000.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, Nunuk Kristiani mengatakan, biaya pengobatan pasien terjangkit Covid-19 sangat besar, untuk perawatan sampai sembuh, hingga proses pemakaman jenazah pasien yang meninggal dunia.

“Seluruh biaya pengobatan pasien tersebut ditanggung pemerintah dengan kriteria yang telah ditentukan. Segala upaya kita sudah lakukan, terutama keselamatan pasien dan keluarga itu terpenting,”ujarnya usai rapat gabungan bersama sejumlah OPD di aula Banggar DPRD Bangkalan. Rabu (10/6/2020).

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Bangkalan sudah mengalokasikan anggaran Rp.137 milyar sebagai dana kesehatan penanganan virus corona.

“Biaya setiap jenazah Covid-19 membutuhkan biaya sekitar Rp 3 jutaan menurut Pagu Kemenkes. Namun realnya dari Dinkes Bangkalan sejumlah 5,7 juta untuk pemulasaran jenasah,”ungkapnya.

Ia menambahkan tingginya biaya pengobatan membuat pemerintah daerah berjuang keras meminimalisasi penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Untuk itu, pemerintah telah menganjurkan warga menggunakan masker jika keluar rumah, mematuhi kebijakan pembatasan sosial dan fisik, serta menunda perjalanan ke daerah terpapar,”pungkasnya. (Ris).

Email Autoresponder indonesia