Pembangunan Rumah Korban Gempa Belum Kelar, BPBD Terkendala Regulasi

Sumenep, maduracorner.com – Proses pembangunan maupun perbaikan (Rehabilitasi Rekonstruksi) rumah korban gempa, di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diterget kelar pada awal bulan Agustus mendatang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, terkendala regulasi yang ada, pasalnya sejak per tanggal 26 bulan ini, masa kerjanya sudah habis belum diperpanjang, masih menunggu petunjuk Bupati setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menuturkan, kendala yang dihadapi dari sisi regulasi, bahwa sesuai ketentuan yang ada, tanggap darurat bencana Badan Panangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, masa kerjanya selama 14 hari sudah habis, terhitung sejak peristiwa terjadinya bencana. Tetapi bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

“ Jadi sejak per tanggal 26 juni 2018 ini, sudah habis, kami masih menunggu petunjuk Bapak Bupati, apakah mau di perpanjang atau tidak,” Terang Rahman kepada Maduracorner.com.

Sementara lanjut Rahman, untuk tareget penyelesaian pembangunan (Rehabilitasi Rekonstruksi) rumah dan fasilitas umum korban gempa bumi di Desa Bullaan, baik yang rusak berat, sedang dan ringan dijadwalkan kelar pada awal agustus mendatang.

“ Berdasarkan arahan dari pak Dandim, karena untuk rehabilitasi rekonstruksinya diambil alih oleh pihak TNI. maka untuk target penyelsain pembungan rumah korban gempa pada awal bulan agustus depan, “ katanya.

Dijelaskan, dalam proses rehabilitasi rekonstruksi bangunan korban gempa bumi, diproitaskan pada fasilitas umum, seperti madrasah dan mosulla, kemudian rumah rusak berat. Sejauh ini pembangunan baru berjalan sekitar 30 persen. Sedangkan bantuan yang ada sifatnya stimulus tidak mengkaver semua kebutuhan. Di samping itu bantuan juga datang dari pihak lain, seperti bantuan material berupa semen kemudiaan dibagi sesuai tingkat kerusakannya. Untuk rusak berat sebanyak 17 semen, rusak sedang 7 semen dan rusak ringan 4 semen. Demikian juga bantuan tenaga diproitaskan pada yang rusak berat, sedangkan yang rusak sedang dan ringan dilakukan secara mandiri.

“ kami membuat madrasah darurat dari bahan triplek agar anak-anak korban gempa tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar meski dengan fasilitas seadanya. Pun juga demikian kami membuat musolla darurat, agar aktivitas peribadatan tetap berjalan seperti biasanya. Bahkan kami juga penuhi fasilitas kebutahan air, tandonnya sekaligus tenda dan posko pelayananan lainnya,” pungkasnya

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Sumenep digoncang gempa bumi berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR). Meski tak menimbulkan tsunami, namun akibat peristiwa tersebut puluhan rumah warga yang rusak. Paling banyak ada di Desa Bulla’an. (Sai)

By Jiddan