Pembinaan Bintara Polres Bangkalan, Merayap di Selokan hingga Dihadapkan Situasi Darurat

Tradisi pembinaan tradisional bintara Polres Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Sebelum resmi menjadi anggota Polres Bangkalan, Madura, sebanyak 14 Bintara Polri lulusan Sekolah Polisi Nasional (SPN) Mojokerto, dan Pusdik Shabara Porong menjalani tradisi Pembinaam Tradisional Bintara.

Mereka digembleng beragam simulasi fisik dan mental. Mulai dari berlari, merayap di selokan, dan dihadapkan pada sebuah situasi darurat di jalanan. Seperti, perkelahian antar warga dan kecelakaan lalu lintas.

“Bintara yang baru masuk di Polres Bangkalan harus tangguh dan kuat. Tidak boleh cengeng, sehingga mampu mengayomi masyarakat,” tegas Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, Sabtu (30/3/2019).

Menurutnya, pembinaan semacam ini guna melatih ketahanan fisik dan mental sebagai modal utama seorang anggota polri dalam menjalankan tugas, dan kewajiban sehari-hari. Mereka harus responsif terhadap segala situasi.

“Sebagai anggota polri mereka juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan,” imbuh Boby.

Menjelang proses terakhir ketika hendak memasuki Mapolres Bangkalan, para bintara diperintahkan merangkak di saluran air berlumpur dan bau sepanjang 250 meter yang ada di depan mapolres.

“Terakhir, perwakilan dari mereka disiram dengan air kembang sebagai tanda bahwa mereka resmi menjadi keluarga Polres Bangkalan,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad