Pemudik Dihimbau Mewaspadai Kecepatan Angin Di Atas Jembatan Suramadu

image

Rambu-Rambu Tentang Kecepatan Angin di Jalur Roda 2 Jembatan Suramadu

Bangkalan, maduracorner.com – Kencangnya angin laut bisa menjadi masalah bagi pemudik yang melintasi Jembatan Suramadu. Karena jika tidak berhati-hati tentu akan membahayakan pengendara. Utamanya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Kondisi angin kencang tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Diperkirakan, ini akan terus terjadi selama arus mudik hingga arus balik usai seiring terjadinya pergantian musim saat ini.

Bahkan pihak PT Jasa Marga selaku operator pintu tol Suramadu sempat melakukan penutupan sementara selama setengah jam pada jalur roda dua saat H-4 kemarin. Hal ini dilakukan demi keselamatan para pengendara atau pemudik.

Petugas tol Suramadu mengatakan, mereka akan melakukan penutupan jalur roda dua, jika kecepatan angin berada pada titik 40 km perjam ke atas. “Titik aman kecepatan angin bagi pengendara motor di atas Suramadu, ya dibawah angka 40 km perjam, mas. Jika lebih dari itu, maka jalur roda 2 pasti kami tutup”,jelas Kepala Shift Pintu Tol Suramadu sisi Madura, Achmari kepada maduracorner.com saat ditemui di lokasi, kamis (16/7/2015).

“Sementara jika kecepatan angin mencapai 60 km perjam, barulah jalur roda 4 juga akan kami tutup. Alias ditutup total”,tambahnya.

Namun begitu, Achmari memastikan bahwa penutupan tersebut sifatnya sementara. “Kalaupun ada penutupan tersebut, ya hanya sementara saja. Begitu kondisi kecepatan angin normal, ya kami buka lagi”,jelasnya.

Achmari pun menghimbau, agar pemudik memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di atas jembatan serta menuruti petunjuk petugas di lapangan. “Kurangi kecepatan, patuhi rambu-rambu yang ada diatas jembatan dan ikuti arahan petugas di lapangan. Demi keselamatan para pengendara”,tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pemudik roda 2, Soleh mengakui bahwa ia memang merasakan kencangnya angin di atas Jembatan Suramadu. Sehingga dia pun harus memperlambat laju kendaraan.

“Yang paling terasa (angin kencang) saat berada di bentang tengah jembatan, mas. Ya mengurangi kecepatan saja untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan”,katanya sambil memperbaiki posisi barang bawaannya. (mad)

Penulis: Mamad el Sharaawy

Email Autoresponder indonesia