Penangkapan Ikan Menggunakan Potas, para Nelayan Datangi Kantor Perikanan

Bangkalan, Maduracorner.com, Sejumlah nelayan di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mendatangi kantor Dinas Perikanan setempat untuk mengadukan maraknya nelayan yang menangkap ikan di perairan umum atau sungai dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Selasa (2/7/2020).

Perwakilan nelayan Bangkalan, Muhammad Ali Fikar mengatakan,  kita bergerak ini adalah murni dari laporan teman-teman nelayan yang tidak bisa mencari nafkah di perairan umum atau sungai.

“Padahal, kita sama-sama tau sungai dan laut ini merupakan pelayan terakhir para pencari nafkah, karena meraka tidak punya keahlian untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah, bahkan mereka tidak punya ijasah untuk mendaftarkan pekerjaan,”ungkapnya.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dalam pasal 84 bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebear Rp1,2 miliar. Namun, masih banyak oknum yang masih menggunakan bahan berbahaya seperti potas.

“Kami tidak pernah melarang para nelayan menangkap ikan dengan bentuk apapun, tetapi ketika sungai itu diracuni maka itu adalah tindakan yang melanggar aturan yang ada,”tuturnya.

Menaggapi hal itu, Kepala Dinas Perikanan H. Muhammad Zaini mengatakan, akan menindak secara tegas oknum yang meracuni sungai untuk menangkap ikan.

“Kami akan koordinasi dengan Polres Bangkalan untuk menindaklanjuti oknum yang menggunakan bahan bahaya tersebut, selain itu kita akan memasang papan larangan atau himbauan yang melarang menangkap ikan dengan potas,” terangnya.

Lebih dari itu kata Zaini sapaan akrabnya, yang lebih penting ialah menanamkan kesadaran kepada masyarakat jika tidak boleh melakukan penangkapan ikan dengan potas atau bahan Kimia lainnya.

“Kami berharap masyarakat setempat diharapkan bisa menjaga kelestarian ekosistem ikan, serta mengingatkan masyarakat agar penangkapan ikan jangan diracun atau disetrum, namun dengan dipancing,”pungkasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia