Pendaftaran Anggota Bawaslu Jatim Dibuka, Tim Seleksi Sosialisasi di Bangkalan

Suasana saat berlangsung pelaksanaan Sosialisasi pendaftaran Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur di Aula Gedung Bawaslu Bangkalan.

BANGKALAN, Maduracorner.com, Tim Seleksi (Timsel) angota penyelenggara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) melakukam sosialisasi Calon Anggota Bawaslu Jawa Timur di aula Gedung Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa, (21/06/22).

Ketua Tim Seleksi, Budi Sasongko Susetyo mengatakan, Kabupaten Bangkalan menjadi tempat sosialisasi seleksi anggota penyelenggara Badan Pengawas Pemilu karena potensial selain lokasinya jarak tempuh dekat dengan Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Jadi sebetulnya kita harapkan penyelenggara pemilu itukan seperti Indonesia mini tidak hanya satu kelompok akan tetapi harus menyeluruh se Jawa Timur. Namun, aspirasi tersebut akan kami kaji terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persepsi lain dipublik,” ucapnya.

Dikatakan Budi, tahapan pendaftaran calon Anggota Bawaslu Provinsi Jatim di buka pada tanggal 22 sampai 30 juni 2022. Kemudian dilanjutkan tahap Pengumuman seleksi administrasi tanggal 13 Juli 2022. 

Setelah seleksi aministrasi selesai, dilanjutkan tes tulis 18 Juli 2022, kemudian tes Psikologi  tanggal 19- 20 Juli 2022, hasil dua tahapan itu akan diumumkan pada tanggal 25 Juli 2022.

“Mereka yang lolos kemudian mengikuti tahap masukan dan tanggapan masyarakat pada 25-29 Juli 2022, tes kesehatan 26-27 Juli 2022, wawancara 28-29 Juli 2022. Hasilnya akan diumumkan pada 2 Agustus 2022,” ujar Sasongko. 

Menurutnya, calon pendaftar dibatasi sampai 210 pendaftar sesuai administrasi yang paling lengkap. Selain itu, diharapkan penyelenggara pemilu Bawaslu Jatim juga terdapat perwakilan dari perempuan sesuai kualifikasi dan potensi yang dibutuhkan. 

Sasongko mengatakan, ada beberapa hal ditekankan pada rekrutmen anggota Bawaslu Jatim kali ini. Di antaranya terkait keterwakilan perempuan, di luar kriteria integritas, kompetensi dan profesionalitas calon.

“Keterwakilan perempuan kami tekankan, karena itu amanat undang-undang,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, salah satu peserta sosialisasi Safi dari akademisi berharap Tim Seleksi anggota Bawaslu Jatim mempertimbangkan ada keterwakilan anggota Bawaslu Jatim yang berasal dari Madura.

“Kalau tadi disampaikan ada keterwakilan perempuan atau afirmasi di dalam rekrutmen penyelenggara pemilu terhadap perempuan. Disini kami berharap afirmasi ini ditambah yakni keterwakilan dari Madura.

Dia juga mengatakan, usulan tersebut perlu dikaji oleh para tim seleksi dan paling tidak ada empat perwakilan dari Madura masuk sepuluh besar sebagai bentuk tambahan kebijakan afirmasi. 

“Kemudian bicara Madura karena gerbang Madura itu ada di Bangkalan maka tidak bisa berbicara Madura tanpa Bangkalan sehingga afirmasi itu diharapkan lebih pada ke Bangkalan,” harapnya.(red).

Pos terkait