Dialihkan RS, Penerimaan Dinkes Dari Bagi Hasil Cukai Tembakau

 

Hematology Analyzer, alat untuk mengukur sampel berupa  darah. foto : ilustrasi

Hematology Analyzer, alat untuk mengukur sampel berupa darah. foto : ilustrasi

Hampir Separuh Buat Pengadaan Alkes RSUD | oleh : agus

Maduracorner.com, Bangkalan – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai  Hasil Tembakau (DBHCHT) dinas Kesehatan Bangkalan berkurang drastis. Jika pada tahun anggaran 2013 mencapai 2,5 milyar rupiah, kini hanya Rp 1.335.018.505 atau berkurang hampir separuh, yakni sekitar Rp 1.164.981.495.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan melalui kasi AlKes Dinas Kesehatan
Amalia menjelaskan bahwa berkurangnya DBHCHT dinkes ini karena dialihkan ke RS Syamrabu, untuk pengadaan  ruang Poli Paru dan Jantung berikut alatnya.

“Karena RS Syamrabu butuh ruang untuk poli paru dan jantung berikut alatnya, walaupun RS Syamrabu sebenarnya juga dapat DBHCHT itu,” jelas Amalia.

Diantaranya untuk pengadaan alat Hematology Analyzer 2 unit, Faxentam (alat untuk mengeluarkan dari paru-paru bagi perokok) 2 unit, Microscpe 2 unit, Tensi Meter 9 unit dan Stetoscope 9 unit. Selain itu, dialokasikan untuk perbaikan dan perawatan alat-alat kesehatan yang rusak seperti penggantian suku cadang.(gus/krs)

Email Autoresponder indonesia