Pengerjaan Hotmix Asal-asalan, Warga Tuding Kontraktor Hanya Kejar Keuntungan

image

Kondisi Jalan Hotmix Belum Lama Dibangun Namun Sudah Retak

Bangkalan, maduracorner.com – Melihat kondisi hasil pengerjaan proyek pengaspalan (Hotmix) yang ada di Desa Geger Bangkalan, membuat masyarakat mengaku sangat kecewa dan menyayangkan. Terlebih, belum lama selesai diaspal, jalan penghubung antara desa Geger dan Kombangan tersebut sudah mulai rusak.

Pantaun dilapangan, proyek jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer tersebut mulai mengelupas dan retak. Disinyalir ketebalan aspal tidak sampai 2 centimeter. Padahal sesuai aturan ketebalan aspal seharusnya 5 centimeter. Anehnya, dilokasi pengaspalan tidak ditemukan papan proyek.

“Terus terang kami sebagai warga setempat sangat kecewa. Apalagi, nilai proyek ini ratusan juta, bahkan mungkin bisa mencapai miliaran rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” terang Tokoh Pemuda Geger, Soleh Abdi Jaya, Minggu (1/11/2015).

Pengusaha ayam Philipine ini merasa kesal dengan pengerjaan asal jadi seperti ini, tampaknya kontraktor hanya mengejar keuntungan, tidak memikirkan kualitas. Akhirnya, yang menjadi korban adalah masyarakat. Kondisi demikian tidak bisa dibiarkan.

“Ini baru sebulan jalannya sudah tidak karuan. Pemerintah harus tegas menindak kontraktor-kontraktor nakal. Apalagi, papan proyek tidak terpasang. Jangan-jangan biar tidak ketahuan kalau proyek ini dikerjakan sembarangan,” jelas Soleh.

Menanggapi hal itu, ketua komisi C DPRD Bangkalan Soeyitno berjanji akan meminta pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap pengerjaan jalan hotmix tersebut. Selain itu, juga merekomendasikan kepada dinas yang berwenang untuk menahan 5 persen dari anggaran proyek tersebut

“Kami tidak tahu CV nya apa, tapi itu akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Menurut politisi PDIP ini, ketebalan proyek hotmix tersebut antara 4-5 cm. Akan tetapi, jika tidak sampai pada ketebalan sesuai petunjuk tekhnis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak) termasuk menyalahi aturan.

“Kami masih belum mengecek ke lokasi, jika benar demikian, maka akan kami panggil pihak terkait,” tegasnya. (hery)

penulis : Doni Heriyanto
Editor : Achmad

Email Autoresponder indonesia