Pengrajin Topeng Dalang di Sumenep Banyak Terima Pesanan dari Luar Madura

Ahmad (55) menunjukkan topeng dalang hasil karnya. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Ahmad (55), warga Desa Marengan Daya, Kecamatan/Kabupaten Sumenep, adalah salah satu pengrajin topeng dalang yang masih bertahan hingga saat ini. Karyanya mampu menarik minat pemesan dari luar Madura.

Sekalipun topeng dalang termasuk barang langka, Ahmad tetap konsisten menggeluti pembuatan benda yang digunakan dalam pementasan seni budaya tersebut. Apalagi, topeng ini banyak diminati pemesan dari Bali, Surabaya, Jakarta dan Jawa Tengah.

Membuat satu topeng dalang, membutuhkan waktu 4-5 hari. Itupun tergantung dari tingkat kesulitan topeng yang dipesan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 350 ribu rupiah hingga Rp 500 ribu rupiah per topeng.

Proses pembuatannya juga tidak mudah. Alat yang digunakan masih tradisional. Namun, hal itu tidak membuat Ahmad berkecil hati. Justru dia sangat telaten membuat topeng. Mulai dari kayu balok yang potong kemudian dipahat, diserut hingga dihaluskan menggunakan ampelas.

“Sejak dulu hingga sekarang, berlum pernah ada bantuan dari pemerintah. Baik dari alat produksi, termasuk juga pemasaran,” keluh Ahmad saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/11/2018)

Dia mengaku hanya bergantung terhadap pesanan topeng dari luar Madura untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, jarang sekali ada pemesan dari kalangan lokal Sumenep.

“Saya berharap mendapat perhatian pemerintah, karena topeng adalah bagian dari seni yang harus dilestarikan agar tidak punah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam di sela-sela ikut menyaksikan pembuatan Topeng dalang ini menyatakan, perlu ada sentuhan pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan para pengrajin topeng di Kabupaten sumenep.

“Seperti bantuan alat produksi yang lebih modern, hingga pada pemasaran yang saat ini serba digital, seperti online dan platform lainnya,” katanya.

Dijelaskan, hasil kerajinan topeng itu hanya dipasarkan secara mandiri. Bahkan, harus menunggu pemesan yang membutuhkan, baik sebagai koleksi pribadi maupun sebagai tambahan untuk pementasan topeng dalang.

“Kami berharap pemerintah daerah segera terlibat dalam melestarikan dan mengembangkan pengrajin topeng di Sumenep, khususnya regenerasi pengrajin topeng yang mulai menipis,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa