Pengungsi Syiah Ngadu ke Polisi Terkait Kayu Jati Miliknya Yang Hilang

 
 

Sampang,maduracorner.comMerasa batang pohon kayu miliknya dicuri oleh sepupunya, pengungsi syiah asal Desa Karang Gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang mengadu ke polisi. Mereka mendatangi Mapolres Sampang guna melaporkan dugaan pencurian tersebut. Para pelapor ini adalah Ibu Hamah dan anaknya bernama Rosyid.

“Iya betul. Memang ada warga Desa Karang Gayam yang (kini) ditempatkan di Jemundo hendak melaporkan terkait dugaan pencurian kayu sebanyak 17 batang kayu jati dan 2 batang kayu akasia senilai 15 juta,”terang Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Sarwo Waskito kepada maduracorner.com, selasa (21/04/2015) sore.

Sarwo menjelaskan, dari pengakuan Ibu Hamah, batang kayu yang tumbuh di tanah milik kakeknya itu di curi oleh sepupunya sendiri. Namun karena laporan tersebut tanpa dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan tanah, maka polisi mengarahkan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Laporannya bukan ditolak, tapi mereka (pelapor)  tidak punya bukti kepemilikan tanah tempat pohon itu tumbuh. Sertifikatnya tidak ada. Makanya kita panggil pelapor dan yang dilaporkan. Sehingga sudah ada titik temu masalah ini dan tidak jadi dilaporkan. Jadi ini masalah keluarga saja,”jelas Sarwo panjang lebar.

Guna memediasi kasus ini agar tidak merembet, pihak kepolisian juga memanggil Kepala Desa Karang Gayam ke Mapolres Sampang. Usai dimediasi, dua warga pengungsi syiah tersebut langsung kembali lagi ke pengungsian mereka yakni rumah susun Jumendo Sidoarjo.

Sebagaimana diketahui, singga saat ini ada 234 orang warga Syiah asal Sampang masih mendiami Rumah Susun Jemundo, Sidoarjo. Mereka mengungsi setelah terusir dari kampung halamannya karena terlibat konflik perbedaan keyakinan. (son/mad)

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor : Mamad El Shaarawy

Email Autoresponder indonesia