Peninggalan Syaichona Moh Cholil bin Abdul Latief di Desa Telaga Biru

Makam Zimat Banyusangka Sayyid Hosen Assegaf

 

Bangkalan, Maduracorner.com – Banyak orang mengenal sosok besar seperti Syaichona Moh Cholil melalui sejarah hidup beliau dalam mengajarkan Agama Islam kepada banyak orang serta merupakan salah satu Tokoh yang tidak bisa terlepas dari berdirinya salah satu organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdatul Ulama.

Beliau disejajarkan dengan 9 Wali yakni Wali Songo dan konon kabarnya tidak lengkap mengunjungi 9 Wali jika tidak datang ke Pesarean Syaichona Moh Cholil di Desa Martajasah, Kec. Bangkalan. Wajar jika Makam Beliau tidak pernah sepi dari pengunjung yang berdatangan dari dalam maupun luar Pulau Madura.

Setelah mengunjungi Perahu Sarimuna Peninggalan Syaichona Moh Cholil, Perjalanan dilanjutkan ke bekas kediaman beliau seperti Rumah, Musholla, Gazebo dan Masjid. Jarak antara Perahu Sarimuna dan Kediaman Syaichona Moh Cholil cukup dekat sekitar 100 Meter.

Sampai disana terlihat jelas sisa-sisa bangunan seperti Musholla yang sebagian besar telah hancur termakan usia, tumbuhan-pun mulai menutupi tempat sederhana itu yang digunakan untuk Sholat maupun mengaji. begitu pula Gazebo yang mulai rusak disana sini. Hanya rumah atau tempat kediaman beliau yang terlihat masih baru karna dirawat.

Musholla Peninggalan Syaichona Moh Cholil

 

Gazebo Moh Cholil

Rumah Kediaman beliau sangat jarang dibuka untuk umum dan selalu terkunci dari luar, tidak semua orang diperkenankan masuk kedalam untuk lebih menjaga isi dari rumah tersebut.

Baca Juga: Makam KH Moh Kholil, Bangkalan – Madura (1)

Tim Labang Bhuta dibantu Tokoh setempat membuka pintu rumah untuk melihat isi rumah Syaichona Moh Cholil dan mengikuti saran pemegang kunci rumah agar tidak masuk kedalam, kami hanya diperbolehkan untuk melihat isi rumah tersebut dari pintu masuk.

Rumah Peninggalan Syaichona Moh Cholil

Sebelum memasuki rumah beliau, Salah satu Tokoh Masyarakat duduk bersila didepan pintu, tawassul dan bermunajat kepada Allah SWT agar dilancarkan dalam segala urusan. ini juga bagian dari Etika Kesopanan yang dijunjung tinggi sebelum memasuki rumah orang lain atau istilahnya Minta Ijin.

Setelah pintu terbuka, terlihatlah beberapa peninggalan beliau seperti tempat tidur, lemari dan sebuah kotak kayu yang konon digunakan untuk menaruh penutup kepala Syaichona Moh Cholil semasa beliau hidup.

Selesai mengabadikan keadaan didalam rumah Syaichona, perjalanan dilanjutkan ke sebelah barat yakni tepatnya Masjid yang juga peninggalan beliau. Masjid ini telah mengalami renovasi hanya dasar serta tempat pengimaman yang tidak berubah agar cerita sejarah yang tersirat tetap ada.

Masjid Peninggalan Syaichona Moh Cholil

 

Penulis : Yan Cakra

Sumber : Pulaumadura.com

By : Jiddan

 

 

Email Autoresponder indonesia