Penyaluran Kartu Tani Tak Merata, Petani di Sumenep Mengeluh

Ilustrasi kartu tani. (FOTO: Google)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Sejumlah petani di Kabupaten Sumenep, mengeluhkan penyaluran kartu tani yang tidak merata. Akibatnya, banyak petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Banyak anggota kelompok tani (poktan) belum memiliki kartu tani. Bahkan, terkesan ada pengecualian antara petani satu dengan lainnya,” sesal Ketua Kelompok Tani Kecamatan Ambunten, Samauudin,Senin (27/8/2018).

Menurutnya, petani yang tidak memiliki kartu tersebut secara otomatis tidak bisa membeli pupuk bersubsidi. Padahal, pupuk menjadi kebutuhan pokok petani dalam bercocok tanam.

“Kami harus membuat kebijakan internal poktan dengan cara menyisakan anggota yang memiliki kartu tani,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam mengimbau bagi petani yang belum memiliki kartu tani untuk segera mengurusnya. Sebab, penyaluran pupuk bersubsidi mengacu pada kartu tani itu.

“Ini harus kita koreksi bersama soal pemanfaatan kartu tani, apakah lebih efektif atau justru sebaliknya,” ucapnya.

Politikus Gerindra ini menambahkan, inisiatif kartu tani sebagai wujud komitmen pemerintah untuk membangun sektor pertanian, meskipun fakta di lapangan banyak yang belum memiliki kartu tani.

“Kami belum mengetahui mengapa petani ada yang belum memiliki kartu,” imbuhnya.

Nurus Salam mengaku, akan menanyakan progres pemanfaatan kartu tani kepada Menteri Pertanian. Apakah kartu tani merupakan akhir dari sebuah proses untuk mendapat barang bersubsidi pupuk atau tidak.

“Jika kartu tani menjadi persyaratan paten pemerintah, mestinya keberadaan kartu itu sudah bisa dirasakan manfaatnya. Jika ini tidak efektif, maka perlu mengubah pola lain,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertahutbun) Sumenep, Bambang Heriyanto belum bisa memberikan keterangan terkait banyaknya petani yang belum memiliki kartu tani. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia