Penyebab Dulunya Jin Takut Pada Manusia, Tetapi Sekarang Tidak Takut Lagi, Bahkan Sampai Berani Merasuki Manusia

Ilustrasi. (Foto: wallpaperwidehd.blogspot.com)
Bangkalan, maduracorner.com –
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّـهُ أَحَدًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,” (QS. Al-Jinn: 6-7)

Firman-Nya { وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا } “”Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan,” yakni dahulu kami melihat bahwa kami lebih baik dari manusia karena dahulu mereka meminta perlindungan kepada kami ketika singgah di suatu lembah atau tempat yang menakutkan seperti padang gurun dan lainnya.

Demikianlah yang dilakukan bangsa Arab pada masa Jahiliyah. Ketika hendak menempati suatu daerah, mereka meminta perlindungan kepada jin terbesar penghuni daerah itu agar tidak menganggu mereka, sebagaimana salah seorang dari mereka masuk ke daerah musuh dengan perlindungan, jaminan keamanan dan penjagaan dari seorang pemuka di antara mereka. Ketika para jin tahu bahwa manusia berlindung kepada mereka karena mereka takut kepada mereka, maka para jin semakin gencar menakut-nakuti manusia dan membuat pikiran mereka sempit dan dipenuhi kekhawatiran.

Seperti juga pendapat Qatadah tentang ayat, { فَزَادُوهُمْ رَهَقًا } ”Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Ia mengatakan bahwa lafazh رَهَقًا yakni dosa, dan jin-jin itu semakin berani kepada manusia karena dosa manusia itu sendiri.

Ats-Tsauri berkata dari Manshur dari Ibrahim, “Firman-Nya, ‘Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan,’ yakni para jin itu semakin berani kepada mereka.” 1

As-Suddi berkata, “Dahulu, ketika seorang laki-laki membawa keluarganya ke suatu daerah yang hendak dia singgahi, maka dia berkata, ‘Saya memohon perlindungan kepada jin penunggu lembah ini agar tidak menyakitiku, harta bendaku, anak-anakku, atau binatang ternakku.’” Qatadah berkata, “Apabila manusia berlindung kepada mereka, bukan karena Allah SWT, maka pada saat itu jin semakin gencar melancarkan gangguannya.”

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari ‘Ikrimah, ia berkata, “Dahulu jin itu takut kepada manusia sebagaimana manusia itu takut atau lebih takut kepada mereka. Ketika sekelompok manusia hendak menempati suatu lembah maka jin pun lari, akan tetapi pemimpin manusia itu berkata, “Kami berlindung dari pemimpin jin yang menghuni lembah ini,” maka jin berkata, “Kami melihat mereka takut kepada kami sebagaimana kami takut kepada mereka.” Maka mendekatlah mereka kepada manusia dan menjadikan mereka gila atau kesurupan.”

Itulah (maksud) dari firman Allah,

{وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا } “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Abul ‘Aliyah, ar-Rabi’ dan Zaid bin Aslam berkata, “Yang dimaksud { رَهَقًا } ‘Dosa dan kesalahan,’ adalah ketakutan.” Mujahid berkata, “(Yakni) jin-jin itu menambahkan kesesatan orang-orang kafir.”

Firman-Nya, { وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّـهُ أَحَدًا }, “Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,“ yakni setelah jangka waktu ini Allah tidak akan mengutus seorang Rasul, demikianlah pendapat al-Kalbi dan Ibnu Jarir. [Syahida.com/ANW]

Catatan kaki

1 Ath-Thabari (XXIII/655)

==

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 9, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Syahidacom

By : Jiddan

Email Autoresponder indonesia