Perangi Narkoba, Kyai Sampang Datangi BNK

990 views
image

Kyai Sampang Datangi BNK

Sampang, maduracorner.com – Sejumlah kyai pengasuh pondok pesantren di Sampang yang tergabung dalam Ikatan Kyai Peduli Sampang (IKPS) mendatangi kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang, jalan Trunojoyo, Rabu (06/04/2016).

Mereka mengungkapkan rasa keprihatinan melihat maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Sampang. Para kyai ini juga menyampaikan temuan-temuan peredaran narkoba kepada Ketua BNK Sampang Fadhilah Budiono, yang menemui mereka.

“Kami mendapati ada anak SD di pelosok desa memakai narkoba. Ironisnya, ada sebuah warung di utara Sampang yang menjadi tempat transaksi narkoba dan menyediakan tempat untuk mengkonsumsi narkoba,” ujar Ketua IKPS Kyai Abdullah Faqh.

Menurutnya, apa yang selama ini dilakukan oleh BNK belum efektif. Untuk itu, para kyai yang tergabung dalam IKPS akan mendorong Pemerintah Daerah dan aparat untuk serius memerangi narkoba.

“Minimnya anggaran jangan dijadikan alasan untuk tidak bertindak,” sambungnya.

Sementara itu, Sekertaris IKPS Kyai Ach. Yahya Hamiduddin meminta penjelasan lebih jauh terkait masuknya Sampang dalam lingkaran merah narkoba yang disampaikan oleh BNN.

“Atas stateman itu, mungkin Ketua BNK Sampang bisa menjelaskan wilayah mana saja yang marak narkoba sehingga Sampang masuk lingkaran merah narkoba,” kata Kyai Yahya.

Menanggapi hal itu, Fadhilah tidak menampik maraknya peredaran narkoba di Sampang, namun dirinya mengaku wilayah kerja BNK hanya sebatas pembinaan dan sosialisasi. Sementara untuk penindakan berada di ranah penegak hukum.

“Lingkaran merah itu ya di wilayah Pantura (pantai utara) Sampang. Paling berat (peredaran narkoba) di utara, narkoba dari luar diselundupkan via laut melalui perahu pengangkut sapi. Narkobanya dimasukkan ke duburnya sapi, jadi berbagai cara dilakukan,” ungkap Fadhilah.

Untuk itu, Fadhilah berharap peran serta kyai dalam memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada masyarakat. Karena menurutnya narkoba tidak hanya marak di kalangan masyarakat sipil namun juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah setempat.

“Ada pegawai di BLH dan Dishub yang juga terlibat narkoba, kami pindahkan ke dalam dan kami bina. Narkoba ini ibarat balon, makin ditekan makin besar,” tukasnya.(aji)

Editor: Buyung Pambudi