Peringati Maulid Nabi Muhammad, Lempar Uang hingga Rebutan Balon

Tradisi Maulid | oleh : A.Shohib.

tampak para undangan sedang merebut balon dan uang dalam memperingati maulid nabi. Foto : A.Sohib/MC.com

tampak para undangan sedang merebut balon dan uang dalam memperingati maulid nabi. Foto : A.Sohib/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan-Banyak cara yang dilakukan umat Islam khususnya umat Islam di kabupaten Bangkalan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti yang dilakukan di pondok Pesantren Darul Hikmah di Desa Langkap kecamatan Burneh. Sejak pagi warga 7 dusun di desa tersebut  berbondong-bondong datang ke masjid Baitul Hakam untuk memperingati Maulid Nabi.

Undangan yang hadir di masjid yang ada dilingkungan Pondok Psantren Darul Hikmah meluber sampai ke luar masjid. Ya kehadiran ribuan warga itu untuk bersama-sama membaca solawat kepada nabi besar Muhammad, setalah sampai kepada acara mahallul kiyam, sontak para undang berdiri, mereka berebut uang recehan dan balon yang digantung persis di atas tempat duduk mereka. ”Acara ini untuk memperingati lahirnya nabi Muhamad SAW,” kata pengasuh pondok pesantren Darul hikmah KH Djauhari Aris, Kamis (24/01)

Dijelaskan dia, acara Maulid dengan tradisi unik itu dilakukan rutin oleh pondok pesantren dengan mengundang seluruh masyarakat desa yang ada di kecamatan Burneh dan juga dari luar desa Langkap dan kecamatan  Burneh. “Memang peringatan mauled semacam ini kami lakukan secar arutin setiap bulan Maulid,” terang KH Djauhari Ari

Untuk mempersiapkan acara maulid nabi ini dirinya telah mempersiapkan uang yang diberikan kepada undangan dengan cara menabung setiap hari sebesar Rp 10 ribu. ”Jadi uang ini memang sudah dipersiapkan mulai tahun lalu, dan saya menyimpan uang setiap hari 8 orang anak, setiap anak sebesar Rp 10 ribu,” terangnya

Dari 8 anak ini kata KH Djauhari Aris, dia menyarankan kepada putra-putranya setiap hari untuk menabung sebagai persiapan memperingati maulid nabi Muhammad SAW. “Selama satu tahun dari delapan anak sayadapat  terkumpul uang sebesar Rp 30 juta,” kata KH Djauhari Aris.

Lebih lanjut Djauhari menjelaskan, dengan selesainya cara maulid ini, mulai besok (hari ini red,) keluarga nya sudah mulai menabung lagi untuk persiapan peringatan bulan maulid nabi tahun yang akan datang. “Kami dan anak-anak mulai besok  (hari ini; red ) sudah menabung lagi,” tuturnya

Sementara itu,  H Bustomi Arisandi saat ditanya soal tradisi menabur uang dalam meperingati mauled nabi ini, hal itu  hanya bagian dari traidisi yang dilakukan oleh keluarganya untuk memperingati maulid nabi. “Dari kebiasaan ini llau menjadilah tradisi untuk membagikan dengan cara menabur pada undangan pada saat perinagatan mauld nabi Muhammad,” katanya

Selain itu kata H Bustomi,  warga yang ada disekitar pondok pesantren menyumbang buah-buahan sementara pondok pesantren menyediakan tempat sekaligus hidangan para undangan. ”Jadi uang yang diberikan kepada undangan ini sebagai bentuk rasa syukur dalam rangka memperingati maulid nabi, dengan dimeriahkan penaburan uang,”jelasnya.

Salah seorang warga, Muafi  saat ditanya ikut merebut uang untuk menjalin kebersamaan pada peringatan maulid nabi. “Merebut uang tidak ada niatan lain mas untuk menjalin kebersamaan sesama ummat islam,” tutur Muafi. (min)

 

Email Autoresponder indonesia