Pernyataan Satreskoba Polres Bangkalan, Semoga Bukan PHP

1318 views
 

Kasatreskoba Polres Bangkalan yang baru, Iptu Ruslan Hidayat Saat Menemui Sejumlah Awak MediaKasatreskoba Polres Bangkalan yang baru, Iptu Ruslan Hidayat Saat Menemui Sejumlah Awak Media

Bangkalan, maduracorner.com – Pernyataan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bangkalan yang baru, Iptu Ruslan Hidayat. Bahwa, ia menargetkan dalam satu pekan bisa mengungkap tiga kasus penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Seminggu kita target ungkap 3 kasus. Apalagi, Satreskoba Bangkalan menduduki 5 besar di Polda Jawa Timur dalam ungkap kasus narkoba. Tentunya ke depan harus lebih baik lagi,”kata Ruslan Hidayat kepada maduracorner.com, senin (5/10/2015).

Pernyataan tersebut sangat menggembirakan bagi masyarakat Bangkalan, merupakan angin segar bagi perbaikan generasi penerus. Masyarakat harus yakin dan mendukung pernyataan tersebut, karena keberhasilan POLRES Bangkalan adalah berkat kerjasama dari semua pihak dalam mendukung dan menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban di Bangkalan.

Semoga pernyataan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bangkalan yang baru, Iptu Ruslan Hidayat bukan Pemberi Harapan Palsu (PHP), mengingat jaringan narkoba sangat kuat. Pertanyaan kita ? mampukah ?. Dan apabila tidak mampu apa konsekwensinya ? Jangan sekedar untuk mempopulerkan diri atau sekedar unjuk gigi, tentunya keterlibatan semua pihak baik dari seluruh jajaran POLRES Bangkalan dan pihak FORPIMDA ada kesepakatan yang diprakarsai Bupati dalam penegakan komitmen memberantas Narkoba, bila tidak ?

Bahaya narkoba mengancam kita semua. Barangkali banyak yang tidak sadar kalau peredaran narkoba sudah sedemikian menggurita. Segmentasinya tidak lagi kalangan tertentu, tetapi sudah merambah lintas usia. Tidak peduli gender, profesi, usia atau status sosial. Jangan sampai dikemudian hari Pondok Pesantren dijadikan persembunyian peredaran barang haram tersebut Naudzubillah min dzalik. Sangat memprihatinkan memang kalau itu terjadi.


Narkoba bukan lagi barang mewah. Derasnya penyalahgunaan narkoba tidak lagi bisa diselesaikan dengan pencegahan dan penghangusan narkoba. Diperlukan terobosan baru untuk memerangi bahaya yang mengancam remaja dan masyarakat Bangkalan saat ini.

Keberhasilan dalam memberantas jalur peredaran narkoba tidak lepas dari ketegasan pihak Kepolisian Resort Bangkalan, tidak tebang pilih dalam penangkapan karena selama ini lebih banyak pemakai yang jadi sasaran. Walaupun penangkapan sudah merambah ke kampung narkoba. Namun hasilnya tetap sebatas pemakai. Alhamdulillah masih bisa ada yang ditangkap.

Tentunya program-program pencegahan bagi keluarga, sekolah dan komunitas-komunitas remaja di Bangkalan perlunya ditingkatkan, apalagi Kota Kabupaten Bangkalan banyak Pondok Pesantren yang akan membentengi moral anak bangsa. Dan Bangkalan sudah menjadi Kota Dzikir dan Sholawat.

Namun sudahkah ada langkah-langkah terpadu yang terkoordinasi antara aparat penegak hukum, petugas kesehatan, petugas terkait, dan sekolah-sekolah serta Pondok Pesantren dalam upaya pencegahan peredaran narkoba? Lalu, apakah mereka yang tertangkap tangan sudah ditindak dengan cepat dan sesuai prosedur? Dan apakah hukuman yang dijatuhkan sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan bisa memberi efek jera bagi pelakunya?

Bisa ya atau tidak. Tetapi dari segi implementasi, komitmen aparat penegak hukum di Indonesia masih bisa dipertanyakan. Meskipun juga kita tidak bisa menjustifikasi secara general. Namun tertangkapnya aparat kepolisian yang kedapatan nyabhu atau memeras pecandu atau bandar bisa menjadi betapa buruknya budaya hukum aparat penegak hukum kita. Jika ditambah dengan realita bahwa lapas merupakan sarangnya narkoba, maka perbaikan manajemen birokrasi menjadi hal mutlak untuk dilakukan.

Mantan Jaksa Agung Baharudin Lopa (alm) pernah menyatakan, peran orang tua, keluarga dan masyarakat sangat strategis untuk memberantas peredaran narkoba disamping kampanye massif yang dilakukan pemerintah. Masing-masing pihak dalam keluarga harus aktif mengawasi anggota keluarganya ketika ada indikasi memakai narkoba. Deteksi dini akan membuat pengobatan atau pencegahan menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Bagi mantan Kasubag Humas Polres Pamekasan tersebut, tugas yang diembannya bukanlah perkara mudah. Salah satunya karena ia baru pertama kali bertugas di Bangkalan menggantikan Kasat narkoba sebelumnya, AKP Hery Kusnanto yang dimutasi ke Polres Ngawi. Terlebih, kasus narkoba di Bangkalan lebih dominan diantara tiga kabupaten di Madura.

“Terus terang saya masih harus banyak belajar karena situasi dan kondisi disini belum banyak saya ketahui. Tapi ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi saya,”terang pria yang sudah mengabdi 32 tahun sebagai polisi tersebut.

Menurutnya, sebagai orang nomor satu di Satreskoba Polres Bangkalan, ia memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Apa yang menjadi pencapain sebelumnya harus ditingkatkan hingga kasus narkoba bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Upaya yang bisa dilakukan melalui pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat yang bisa dipercaya. Penyalahgunaan narkoba sudah menyebar ke wilayah pelosok,”tandasnya. (maduracorner.com. her. – 5/10/2015)

Penulis : Jimhur Saros

By : jiddan

Email Autoresponder indonesia