Peserta JKN Tak Kuat Bayar Biaya Rumah Sakit

713 views

image

Haryanto, 30, warga Dusun Laok

Pamekasan, Maduracorner.com – Haryanto, 30, warga Dusun Laok Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan Pamekasan mengadu ke DPRD Pamekasan karena tidak kuat membayar biaya pengobatan bayinya yang sedang dirawat  di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Bayi yang baru berusia 9 hari tersebut dirawat di ruang Inkubator karena lahir secara premature pada usia kandungan istrinya ke delapan bulan. Tetapi orang tua bayi tetap menanggung biaya pengobatan rata-rata dua sampai empat juta perhari.

Padahal sang istri, Norhayati, 34 yang meninggal setelah operasi caesar sudah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bayinyapun juga didaftarkan menjadi peserta JKN tetapi baru bisa digunakan pada tanggal 12 Januari 2015.

Namun yang dikeluhkan Haryanto, kartu BPJS milik bayinya tidak bisa digunakan pada tanggal yang dimaksud  karena harus dikeluarkan terlebih dahulu dari rumah sakit atau ruang inkubator. Sehingga khawatir kalau bayinya dikeluarkan akan berakibat fatal hingga kematian.

“Saya sudah tidak mampu membayar, kalau mampu saya tidak akan kesini. Saya sudah cari cara kemana-mana. Saya datangi dinsos dan dinkes tapi tidak ada solusi,” katanya kepada wartawan, Kamis (08/01/15).

Sementara kepala BPJS Pamekasan, Hernina Agustin Arifin mengatakan jika yang bersangkutan merupakan peserta BPJS Mandiri memang harus menunggu tenggat waktu tujuh hari dari hari pertama pengurusan.

“Kecuali kalau yang bersangkutan adalah peserta Jamkesmas, karena perlakuannya memang beda,” pungkasnya.

Penulis : Fatahillah Kamali.                       Editor : Gebril Altsaqib

Email Autoresponder indonesia