Petani Desak Polisi Awasi Dana PMN

839 views
image

Kapolres dan Kejari menemui petani garam

Sampang, maduracorner.com – Petani garam yang tergabung dalam Kerukunan Pemilik Lahan Tambak Garam (KPLTG) Sampang mendatangi Mapolres setempat, Selasa (29/03/2016). Mereka meminta penegak hukum melakukan pengawasan terhadap Perusahaan milik negara, PT Garam (Persero), yang mendapatkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp. 300 milyar.

Sebab, dana PMN tersebut penggunaannya mayoritas untuk menyerap garam rakyat. “Dari Rp. 300 milyar itu, Rp. 222 milyar untuk penyerapan garam rakyat khususnya garam milik petani garam di Kabupaten Sampang. Sebab lahan tambak garam terbesar se Indonesia ada di Sampang,” ujar kordinator KPLTG Moh. Salim.

Dirinya melanjutkan, PT Garam juga berencana membangun pabrik garam olahan di kawasan Camplong, Kabupaten Sampang, dengan anggaran dana sebesar Rp. 68 milyar.

“Untuk itu kami mengajak pihak penegak hukum baik Polres dan Kejari untuk bersama-sama mengawal ini. Agar kejadian tahun 2011 tidak terulang, dimana banyak pejabat di PT. Garam yang ditangkap karena korupsi dengan cara membeli garamnya sendiri namun kemudian dilaporkan membeli garam rakyat,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sampang AKBP Budi Mulyanto yang didampingi Kepala Kejari Sampang Adhi Prabowo, mengatakan, pelanggaran maupun penyimpangan bisa dilakukan siapa saja termasuk PT. Garam.

“Kalau masalah pengawalan, saya kira setiap institusi sudah memiliki divisi-divisi tersendiri untuk mengawal. PT. Garam kan BUMN yang seperti polisi dan Pemerintah Daerah. Nanti akan ada audit BPK, nah ketika audit BPK itu ditemukan penyimpangan mungkin, dan ada indikasi kerugian negara, baru namanya tindak pidana korupsi,” kata Budi Mulyanto. (aji)

Editor: Buyung Pambudi

Email Autoresponder indonesia