Petani Garam Sampang Kuatir Harga Anjlok Saat Panen

Petani Garam Sampang Kuatir Harga Anjlok Saat Panen – Foto: Arie Widianto/MC.com

Maduracorner.com,Sampang- musim kemarau telah tiba, para petani garam di Kabupaten Sampang  mulai panen garam di tambak, namun mereka kuatir harga garam anjlok ketika petani mulai banyak yang panen. Saat ini  harga mutiara putih itu masih tinggi yakni mencapai Rp 600 ribu/ ton.

Tinginya harga garam itu karena stok garam kurang, akibat pada musim tahun banyak petani yang tidak menghasilkan garam hal itu disebakan Karen musim kemarau yang pendek. namun kini para petani garam yang berada di kecamatan Pangarengan kota sampang dan kecamatan Camplong  diliputi rasa kuatir harga garam akan anjlok saat petani banyak yang panen karena adanya  permainan harga oleh pedagang besar.

Kekuatiran itu disampaikan oleh sejumlah petani garam, para petani meminta agar pemerintah memikirkan nasib peatani garam. “Kalau sampai harga anjlok, kami rugi,” kata petani garam, Samsul Arifin Hal senada di ungkapkan oleh Munir iyus petani garam lainnya. Menurutnya, setiap musim kemarau tiba harga garam hanya mahal di awal musim, namun
saat petani mulai banyak yang panen, harga garam langsung anjlok. sehiingga tidak seimbang dengan kerja keras petani yang harus berjemur di terik matahari agar tambak garam mereka bisa segera menghasilkan garam madura.

Sebenarnya kata Munir Iyus cara memproduksi garam madura yang terkenal mengandung kadar yodium cukup tinggi itu cara membuatnya sangat mudah, hanya membuat tanah di tambak keras lalu di keringkan, selanjutnya memasukkan air ke lahan yang sudah dikeringkan dan dibiarkan air laut yang sudah bening itu menjadi garam dengan bantuan sinar matahari. “Dengan cara tradisional ini satu hektare tambak garam milik petani bisa menghasilkan dua ratus ton garam setiap musim kemarau tiba,” pungkas Munir Iyus. (Arie/ Min)