PHE ONWJ dan PHE WMO Pertahankan Kinerja di Tengah Krisis

1124 views
image

Ilustrasi

Bangkalan, Maduracorner.com – Di tengah kondisi penurunan harga minyak dunia, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) tetap berkomitmen kuat menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung kinerja industri minyak dan gas bumi Tanah Air. Akhir tahun ditutup dengan pencapaian produksi PHE ONWJ sebesar 40,069 BOPD & 178,3 MMSCFD (outlook), sedangkan PHE WMO 13, 466 BOPD dan 103.4 MMCFD (outlook).

“Kami bersyukur dengan pencapaian yang cukup menggembirakan untuk mendukung kinerja industri ini, meskipun tahun ini kami harus menyusun ulang program kerja akibat rendahnya harga minyak dunia,” tutur Irwansyah, President/GM PHE ONWJ. 

“Pencapaian ini tentu tidak mudah, tapi kami berhasil melalui tahun ini dengan baik dengan berbagai inovasi yang dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami,” kata Boyke Pardede, President/GM PHE WMO.

Salah satu aktivitas yang dilakukan PHE ONWJ untuk mendukung produksi adalah  pengembangan lapangan baru, yaitu Lapangan GG yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2015. Lapangan GG yang telah berhasil beroperasi pada akhir 2014 berlokasi di Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Proyek senilai sekitar 165 juta USD ini meliputi pembangunan satu anjungan lepas pantai GGA, pemboran tiga sumur gas, pembangunan pipa bawa laut 12” sepanjang 35 km, dan pembangunan satu fasilitas proses di darat, OPF Balongan.

Sementara itu, PHE WMO memperbanyak pekerjaan-pekerjaan rutin di sumur produksi, seperti well work dan well service sehingga penurunan produksi bisa dikendalikan. 

Pencapaian ini juga diikuti oleh beberapa prestasi membanggakan yang berhasil diraih oleh PHE ONWJ dan PHE WMO, utamanya di bidang pengelolaan lingkungan dan community yakni Proper Hijau dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, SKK Migas memberikan penghargaan kepada PHE ONWJ yakni Kinerja Produksi Terbaik Kategori A (>50.000 BOEPD) dan Proyek GG atas Kinerja Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi Terbaik. Sedangkan PHE WMO juga mendapatkan penghargaan Kinerja Aspek HSE Tahun 2014 Terbaik, Kinerja Pengelolaan dan Efisiensi Bahan Bakar di Operasional dan best SCM dari SKK Migas.

Pencapaian terbaru, penghargaan Patra Adikriya Bhumi Utama untuk PHE ONWJ dan Patra Adikriya Bhumi Madya untuk PHE WMO yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bapak Dwi Soetjipto pada perayaan HUT Pertamina ke-58 tanggal 10 Desember 2015. Patra Adikriya Bhumi merupakan penghargaan yang diberikan oleh PT Pertamina (Persero) berdasarkan hasil penilaian program dan implementasi aspek kesehatan, keselamatan dan lindungan lingkungan serta aspek-aspek manajerial dan operasional yang berkaitan dengan HSSE.

Dalam pembahasan WP&B dengan SKK Migas diputuskan target produksi PHE ONWJ 2016 sebesar 37,3 MBOPD dan target produksi gas sebesar 163 MMSCFD. Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas menyetujui anggaran WP&B PHE ONWJ yang terdiri dari Capex dan Opex tahun 2016 sekitar US$565 juta.

Sedangkan untuk PHE WMO, target produksi Minyak dan Gas di tahun 2016 sebesar 10.025 BOPD dan 102,6 MMSCFD. Dan untuk mencapai target produksi yang telah disetujui tersebut, SKK Migas telah menyetujui anggaran WP&B PHE WMO yang terdiri dari Capex & Opex di tahun 2016 sebesar US$ 436 juta.

Sekilas PHE ONWJ
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok ONWJ dibawah SKK Migas yang dimiliki oleh Pertamina sejak bulan Juli 2009. Wilayah operasi PHE ONWJ mencakup area sekitar 8,300 kilometer persegi di Laut Jawa yang terletak di sebelah utara Cirebon sampai ke Kepulauan Seribu.

Penulis : Achmad

Email Autoresponder indonesia