Pidato Kenegaraan Presiden, Puluhan Anggota DPRD Bangkalan Malah Absen

Bangkalan, Maduracorner.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur melaksanakan rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, di ruang rapat Paripurna DPRD Bangkalan, Pada Jumat (14/8/2020).

Rapat paripurna DPRD tersebut menyaksikan siaran langsung Pidato Presiden dari Jakarta. Presiden tampil mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Paripurna ini dilakukan secara virtual.

Para anggota DPRD Bangkalan yang hadir bersama Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, serta Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni dan para Jajaran Forkopimda Bangkalan menyaksikan pidato di layar LCD yang telah disiapkan.

Namun, dari total 50 anggota DPRD Bangkalan yang ada, hanya 27 orang yang hadir untuk mengikuti agenda rapat istimewa yang dilaksanakan setahun sekali itu.

Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad mengakui banyak anggota DPRD yang tidak hadir. Ia tidak mengetahui penyebabnya karena mendapatkan informasi langsung dari masing-masing anggota DPRD yang tidak hadir.

“Dari absensi sudah lebih dari 50% dengan kehadiran anggota 27 orang. Sementara anggota yang lain tidak hadir mungkin karena ada kesibukan sehingga tidak bisa hadir dalam rapat paripurna ini,” terangnya.

Fahad juga mengatakan, pada perayaan 17 Agustus 2020, memang semua anggota terlihat sibuk mengadakan kegiatan di dapilnya masing-masing.

“Sebetulnya acara mendengarkan pidato presiden bersifat wajib, akan tetapi karena memang ada keperluan yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan maka juga kita mengutamakan yang lebih penting,”imbuhnya.

Sementara itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangkalan Fadhurrosi mengaku sangat menyanyangkan ketidak hadiran sejumlah anggota Dewan pada rapat tersebut.

Kesadaran dan kedisiplinan anggota dewan Bangkalan menurutnya, masih rendah. Padahal, pasca pelantikan semua anggota berjanji berusaha untuk menjadi lebih baik dari periode sebelumnya.

“Apalagi seperti pelaksanaan rapat paripurna istimewa saat ini. Dari banyaknya anggota Dewan hanya beberapa orang yang hadir. Padahal rapat tersebut termasuk kegiatan yang sakral karena kita dituntut menghargai dan mengingat perjuangan pendiri Bangsa,” pungkasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia