PMU Kembali Kecolongan Poin Kandang

642 views
PMU kembali  gagal raup poin penuh di kandang. foto : krism/mc.com

PMU kembali gagal raup poin penuh di kandang. foto : krism/mc.com

PMU-Persita Berbagi Angka | oleh : krism

Maduracorner.com, Bangkalan-Untuk kesekian kalinya, Persepam  Madura United (PMU) gagal meraup poin penuh pada laga kandang. Saat menjamu Persita Tangerang pada laga lanjutan ISL ke 138 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Minggu (21/4) malam, tim berjuluk laskar sape kerap ini hanya mampu bermain imbang 1-1.

Maklum, sebagai tim tamu, La Viola (julukan Persita Tangerang) nampak tak ingin gegabah meladeni kreasi serangan Zainal Arif dkk. Bahkan sejak peluit kick off dibunyikan wasit asal Bandung Asep Suparman, punggawa besutan Giman Nur Jaman, Head Coach Persita itu menerapkan pola permainan semi defensif. Dia hanya memaku 2 pemain depan di areal pertahanan PMU, sedangkan 10 pemain sisanya bersiaga di separuh lapangan daerah pertahanannya sendiri. Dengan kata lain, La Viola hanya mengandalkan peluang melalui serangan balik.

Praktis, strategi itu membuat tim tuan rumah PMU sangat kerepotan membuat peluang. Saking disiplinnya, dominasi serangan Zainal Arif dan Osas Saha serta kreasi Ali Khadafi belum mampu mengoyak koordinasi lini belakang Maman cs. Karena itu sebagai upaya untuk memecah kebuntuan, banyak peluang dibuat dari tembakan jarak jauh, namun belum juga berbuah gol. Satu-satunya peluang terbaik anak asuh Daniel Rukito itu hanya terlihat pada menit ke 8 ketika Rossy Noprihanis melesakkan tendangan bebasnya ke arah Reky Rahayu, kiper Persita. Namun belum juga beruntung, tendangannya ke pojok kanan gawang Persita masih ditepis dengan baik oleh Reky.

Sebaliknya, petaka justru menimpa PMU. Persita yang sejak menit awal hanya menunggu di separuh daerah pertahanannya sendiri itu justru menemukan peluang serangan balik. Tepatnya pada menit 18, winger Persita Riski Rizaldi berhasil menyisir dari sektor kanan PMU. 2 bek PMU yang tersisa pun tak mampu menghentikan Riski hingga dia berhasil menembus jantung pertahanan. Dalam hitungan sepersekian detik, pemain bernomor 26 itu lalu melepaskan tendangan kerasnya ke arah Alfonsius Kelvan Kiper PMU. Hingga akhirnya, gol keunggulan tim tamu tercipta setelah tendangan Riski yang membentur tiang dekat Kiper PMU justru rebound ke kaki Firly yang menyebabkan bola justru meluncur deras ke gawang PMU. Gol bunuh diri itu merubah papan skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Berupaya bangkit dari ketertinggalan, PMU semakin meningkatkan instensitas serangan. Namun selama sisa 25 menit jelang turun minum, La Viola masih sangat disiplin mengkover daerah pertahanannya. Hingga peluit akhir babak pertama berbunyi, tim tuan rumah belum juga mampu menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua, laskar sape kerap kembali langsung menekan. Tak ada yang berubah dengan strategi Persita, seperti di babak pertama, mereka hanya menyisakan 2 pemain depan yang menunggu umpan serangan balik. Namun itu hanya sampai menit ke 51, ketika Javad  Morad pemain Persita bernomor 8 itu diganjar kartu kuning kedua menyusul pelanggaran keras terhadap playmaker PMU Ali Khadafi. Praktis sejak saat itu, La Viola malah semakin total bertahan. Sebuah situasi yang tentunya semakin menyulitkan Zainal Arif dkk.

Serangan bertubi-tubi terus menghujam jantung pertahanan Persita, namun belum juga berbuah gol. Bahkan selama 40 menit terakhir, PMU mencatatkan sedikitnya 8 kali tendangan pojok dan 6 tendangan bebas di dekat kotak penalti, masih juga belum mampu merubah keadaan.

Hingga kemudian, 5 menit jelang bubaran, kedua sisi tribun SGB sontak bergemuruh tatkala bola liar yang diawali sepakan pojok Michael Orah berhasil dilesakkan Busari (PMU). Jala gawang Reki Rahayu, kiper La Viola itu akhirnya bergetar sekaligus merubah papan skor menjadi imbang 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan.(krs)

Email Autoresponder indonesia