Polres Limpahkan Tersangka Kasus penipuan Tanah Ke Kejari

940 views
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Andy Purnomo

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Andy Purnomo

Bangkalan, Maduracorner.com– Setelah penasehat Hukum Habib Sholeh Alatas (37) warga Dusun Lok Plok Desa Trogan Kecamatan Klampis,yang merupakan korban penipuan kasus jual beli tanah menanyakan terkait kelanjutan berkas yang sudah P21 tersebut, nampaknya kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya, Polres Bangkalan telah melmpahkan tersangka mantan Kepala Desa (Kades) Tobaddung, Kecamatan Klampis, Abd Aziz (46) ke Kejaksaan, Selasa (23/12/2014).

Sementara itu Malik Amrulloh (26) yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini belum dilakukan penahanan, dengan alasan sedang sakit. Akan tetapi untuk berkas kasus tersebut sudah dinyatakan P21 alias sempurna oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP. Andy Purnomo menjelaskan berkas kasus penipuan tanah dengan korban Habaib Shaleh Alatas tersebut memang sudah P21, atau telah dinyatakan lengkap dan sempurna, dan sudah tahap II pengiriman tersangka. ” Ya sekarang ini kita kirim tersangka atas nama Abd.Azis ke Kejaksaan,” kata Andy Purnomo

dijelaskan Andy Purnomo, untuk tersangka atas nama Malik Amrullah(26), belum dikirim ke Kejaksaan, dengan alasan kondisinya sedang sakit. ” Ya untuk tersangka Malik Amrullah belum kita kirim ke kejaksaan, alasannya karena. Sedang sakit,” tuturnya

Sementara akibat perbuatannya tersangka terancam dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Ia juga memastikan, untuk tersangka Malik Amrullah juga akan segera dikirim ke Kejaksaan ketika kondisinya sudah sehat.

seperti yang pernah diberitakan Maduracorner.com,, kasus tersebut bermula pada hari jumat 14 Maret 2014 sekitar 15.00 WIB, kronologisnya, korban, Habib Sholeh Alatas membeli sebidang tanah Kohir No.721 persil 38 Blok II seluas 505 M2, a.n Malik Amrullah yang terletak di Desa Tobadung Kecamatan Klampis. Jual beli tersebut sudah terjadi kesepakatan harga oleh kedua belah pihak sebesar Rp.170.000,000,- dengan rincian telah dibayar dimuka Rp.3.000.000,- sebagai tanda jadi.

Sementara korban membayar lagi sebesar 147.000,000, sementara untuk sisanya sebesar Rp.20.000,000, akan dibayar apabila proses konversi/persetifikatan telah selesai. Namun, pada Minggu akhir bulan Juni 2014, Habib Sholeh Alatas mandapat informasi objek tanah tersebut telah dijual lagi kepada orang Fathur Rozi warga Kecamatan setempat, dari itulah permasalahan tersebut terjadi.

penulis : Anto

Editor   : Sohib

Email Autoresponder indonesia