Polres Sampang Lakukan Penyelidikan Ambruknya Atap SMPN-1 Sampang

 

anggota polres Sampang saat memasang police line

anggota polres Sampang saat memasang police line

Sampang,Maduracorner.com– Pasca robohnya atap bangunan sekolah SMPN 1 Sampang yang terletak di jalan Wijaya Kusuma, Polres Sampag langsung turun untuk melakukan. Penyelidikan atas ambruknya atap gedung sekolah SMPN-1 Sampang.

Kapolres Sampang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto  terjun langsung meninjau 4  ruangan sekolah yang atapnya ambrol. Orang nomer satu di Mapolres Sampang itu mengintruksikan anggotanya untuk memasang police line di sekitar TKP.

“Police line  Ini untuk memudahkan kita melakukan  olah TKP  dan kita melarang wali murid maupun warga masuk ke dalam lokasi, karena di khawatirkan akan terjadi ambrol susulan ” jelas AKBP Yudho Nugroho Sugianto, Sabtu (29/11/2014)

Selain melarang masuk ke dalam lokasi gedung, polisi juga melarang warga maupun wali murid masuk ke area sekolah SMPN 1 Sampang, hal itu untuk mengantisipasi adanya tindak kriminal pencurian.

“Sekolah diliburkan dan selain pihak sekolah dan aparat keamanan tidak boleh masuk ke dalam, karena di khawatirkan nanti adanya pencurian. Untuk kegiatan belajar mengajar hari senin kita akan koordinasi dengan pihak sekolah kita akan lihat bangunannya bagaimana semuanya masih dalam proses penyelidikan” jelasnya.

Dari penyelidikan sementara, ambruknya atap 4  kelas di sebabkan oleh faktor bangunan yang sudah tua dan lapuk. “Mungkin faktor usia yang seharusnya sudah direhab tapi bangunan belum di rehab” pungkas Yudo Nugroho.

Terpisah Kabid Kebijakan dan Sarana Prasarana Diknas Sampang, Jufri Riyadi ketika dikonfirmasi menjelaskan, bangunan yang ambruk masih merupakan cagar budaya. “Bangunan sekolah yang ambruk Itu cagar budaya, sekarang akan kita  evaluasi kembal,” kata Jufri Riyadi  singkat  saat meninjau lokasi ruangan yang ambruk.

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor   : Sohib

Email Autoresponder indonesia