Polres Sumenep Akui Kesulitan Ungkap Kasus Penembakan

832 views

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S Marwoto memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Polres Sumenep mengaku kesulitan mengungkap kasus penembakan yang menyebabkan Ibnu Hajar (42), warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, meninggal dunia Jumat, 20 April 2018 lalu.

Bahkan, hingga saat ini siapa pelaku dan motif dari kasus penembakan itu belum menemui titik terang. Padahal, barang bukti proyektil yang bersarang di tubuh korban sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

“Kami sudah kordinasi dengan tim IT Polda Jawa Timur untuk melakukan seldom terhadap nomor handphone yang di tempat kejadian perkara (TKP). Tapi, mohon maaf kami belum mendapat hasil analisanya,” dalih Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto, Selasa, (4/9/2018).

Pengungkapan aksi penembakan tersebut dinilai lebih sulit dibandingkan penanganan perkara pembunuhan lainnya. Namun demikian, Polres Sumenep tetap berupaya untuk segera mengungkap kasus penembakan yang menelan korban jiwa itu.

“Saya mohon waktu dan doa agar perkara itu bisa segera terungkap, sekalipun tingkat kesulitannya sangat tinggi,” jelas Tego.

Kasus penembakan tersebut, terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, ketika korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi B 4906 TCJ warna putih, untuk mengirim beras ke Panti Asuhan, Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.

Korban ditembak oleh seseorang yang diduga sebagai pelaku dari jarak dekat. Akibatnya, korban meninggal dunia. Proyektil peluru yang menembus tubuh korban berkaliber 3,8 milimeter, mirip dengan jenis peluru yang biasa digunakan anggota kepolisian.

“Saya juga masih menunggu hasil penelitian proyektil di Labfor Polda Jawa Timur. Saya tidak mau berandai-andai memutuskan siapa pemilik peluru itu, karena harus dibuktikan,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia