Presiden Jokowi Bantah Tuduhan Anti Ulama

736 views

Presiden Joko Widodo ketika menyapa masyarakat Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Deklarasi Akbar Ulama se Madura di di Gedung Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dimanfaatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyanggah isu-isu negatif yang belakangan ini kerap menyerang dirinya.

Selain membantah secara tegas sebagai keturunan dari keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI), Jokowi juga menyanggah fitnah yang menyebutnya sebagai presiden yang anti ulama.

“Saya setiap minggu masuk pesantren, setiap hari bertemu ulama, dan hari ini bersama ulama se Madura kok dibilang anti ulama,” kata Jokowi di hadapan ulama se Madura, Rabu (19/12/2018).

Mantan Wali Kota Solo dua periode tersebut mengatakan, jika memang dirinya anti ulama, mana mungkin 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN) melalui surat keputusan presiden.

“Yang menetapkan HSN kan saya presidennya. Kalau saya anti ulama tidak akan saya tandatangani,” ucapnya.

Bahkan kata Jokowi, ia tengah menyiapkan rancangan Undang-Undang pondok pesantren. Undang-Undang ini, sebagai bentuk pengakuan negara terhadap pesantren yang telah memberikan kontribusi sejak sebelum masa kemerdekaan hingga saat ini.

“Saya sudah sampaikan ke Menteri Agama maksimal akhir bulan Desember 2018, Undang-Undang pesantren sudah masuk meja DPR,” terangnya.

Di samping sebagai pengakuan, terutama terhadap peran madrasah diniyah dan salafiyah sambung Jokowi, Undang-Undang tersebut dalam rangka menyiapkan payung hukum untuk menggelontorkan anggaran khusus bagi pondok pesantren.

“Kalau disetujui DPR, ada dasar hukum untuk pencairan anggaran dari baik APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten/kota untuk pondok pesantren,” tandas Presiden Jokowi. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad

Email Autoresponder indonesia