Prihatin Aksi Teror di Surabaya, GMNI Bangkalan Nyalakan 1.000 Lilin

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama di Mapolsek Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Aksi solidaritas ini, sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi bom bunuh diri yang mengguncang Surabaya.

Organisasi mahasiswa yang dikenal dengan jargon ‘Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang’ itu, menggandeng Unit Kegiatan Kerohanian Kristen (UK3) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dalam aksi solidaritas tersebut.

Selain menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama, mereka juga bersama-sama melakukan long march dari Koramil 0829-03/Kamal menuju Mapolsek Kamal sambil menyanyikan lagu ‘Mengheningkan Cipta’ secara khidmat.

“Kami turut berduka cita atas peristiwa bom bunuh diri di Surabaya. Kami sangat prihatin dan mengutuk keras terhadap aksi teror yang menimbulkan korban jiwa,” terang Ketua GMNI Bangkalan, Fitriana Wahyu Hidayati, Senin (14/5/2018) malam.

Mahasiswi jurusan komunikasi UTM itu, mengajak semua elemen masyarakat agar tetap tenang tidak takut menghadapi segala bentuk aksi teror. Sebab, tujuan dari para teroris memang untuk menimbulkan keresahan dan kepanikan.

“Kami tidak takut, ayo lawan teroris. Kami mendukung dan percaya penuh bahwa aparat kepolisian mampu memberantas teroris serta bisa menciptakan keamanan di Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Kamal AKP Sudaryanto mengapresiasi aksi solidaritas yang digalang para aktivis GMNI tersebut. Menurutnya, sikap kepedulian yang ditunjukkan itu, menjadi wujud nyata jika teroris adalah musuh bersama.

“Kami sama-sama menolak teroris ada di Indonesia,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor : Achmad