Prihatin Terhadap Kriminalisasi Profesi Dokter, IDI Bangkalan Demo

Gelar orasi Di Depan IRD RSUD Syamrabu | Oleh : Aryan

para dokter yang tergabung dalam IDI Cabang Bangkalan saat unjuk rasa-foto : Aryan/MC.com

para dokter yang tergabung dalam IDI Cabang Bangkalan saat unjuk rasa-foto : Aryan/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– Karena prihatin terhadap kriminalisasi profesi dokter, puluhan Dokter yang tergabung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bangkalan menggelar aksi unjuk rasa didepan gedung instalasi rawat darurat (IRD) RSUD Syamrabu Bangkalan, (27/11).¬†“Kami merasa sangat prihatin dan menolak keras kriminalisasi terhadap profesi dokter. Itu sebabnya kami disini menggelar unjuk rasa bersama dokter lainnya sebagai wujud rasa solidaritas terhadap sesama profesi yang tengah tertimpa musibah,” teriak Ketua IDI Cabang Bangkalan, Dr. Heru Subandrio saat orasi.

Menurut dia, tugas seorang dokter hanya sebatas menolong pasien dan tidak ada perjanjian bahwa si pasien langsung bisa sembuh. Tapi bukan berarti dokter tidak berupaya untuk mennyembuhkan pasien. Semua ada proses dan prosedur yang harus dilalui. Maka dari itu, lanjut Heru, Jangan sekali – kali mengambil kesimpulan sendiri dan langsung memvonis dokter bersalah bila terjadi persoalan terhadap kondisi yang membahayakan jiwa pasien.

“Bila kami dinilai bersalah dan dituduh telah melakukan mal praktek, sesuai UU laporkan kami ke wadah profesi kami IDI. Nantinya IDI sebagai lembaga kehormatan dokter yang bertugas memutuskan apakah dokter yang bersangkutan bersalah atau tidak lengkap dengan sanksi yang bakal diterima. Stop kekerasan terhadap dokter dan bebaskan rekan kami dari tuduhan malpraktik ,” ungkapnya.

Seperti kita ketahui bersama, Dr. Ayu Prawani,Sp.OG (spesialis kandungan), Dr, Hendri Simanjutak dan Dr. Siagian Diputus bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dengan hukuman kurungan selama 10 bulan dan denda sebanyak 12, 5 miliyar. Karena dituduh telah melakukan mal praktek yang mengakibatkan salah satu pasiennya meninggal dunia. Ketiga dokter itu saat ini tengah mendekam di Rutan Malendeng Manado Sulawesi Utara. (yan/min).

Email Autoresponder indonesia