Prioritaskan Kali Nganjuk Abaikan Kali Marengan

1192 views

IMG_20170228_120322(2)

SUMENEP, maduracorner.com – Selasa (28/02/2017) Beberapa bulan ini hingga memasuki bulan ketiga di tahun 2017, hujan yang menyebabkan genangan air atau banjir disejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kerap kali terjadi. Akhirnya tanggul pun jebol, kemudian kali pun juga meluap. Itu yang menjadi penyebab genangan air hingga rumah warga terdampak luapan air tersebut.

Kedati Demikian, Dinas PU. Sumber Daya Air memprioritaskan rehabilitasi tanggul di kali nganjuk, yang terletak di Desa Patean, Kecamatan Batuan Kabupaten setempat. Yang beberapa waktu lalu, sempat jebol sehingga membuat genangan air memasuki rumah warga, serta menjadi keluhan warga setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Sumenep, Eri Susanto saat ditemui dikantornya menuturkan bahwa akan melakukan prioritas di tahun ini pembangunan tanggul di Desa Patean, dengan melakukan kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep untuk mengembalikan seperti semula tanggul yang jebol beberapa waktu yang lalu.

“Dalam pembangunan tanggul permanen. Kami nantinya, akan menggunanakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melalui dana kegiatan Tanggap Darurat yang ada di Pemkab, “ katanya. Selasa, (28/02).

Menurutnya, Adanya kerjasama yang dilakukan dengan pihak BPBD, karena berkaitan dengan  kejadian bencana alam, namun karena juga berkaitan dengan tanggul yang mengakibatkan sungai meluap, maka pihaknya harus juga bertanggung jawab, sebagai teknis pelaksanaan pembangunan atau perbaikan tanggul.

Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk dapat memberikan bantuan anggaran pembangunannya. Karena jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten bisa tidak mencukupi anggaranya. “ namun kita masih proses perencanaan anggaran anggaran, yang jelas menunggu dulu anggaran yang dibutuhkan berapah dan kemampuan daerah berapah,” ujarnya.

Ketika di singgung terkait upaya pengerukan kali marengan, yang berada di sepanjang Desa Pabian dan Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Sumenep, Eri menganggapnya tidak akan maksimal meskipun dilakukan upaya pengerukan. Karena, terlalu banyaknya rumah yang berdiri di sebelah sungai.

Lanjutnya, jika dia akan memaksakan melakukan upaya pengerukan, kemudian alat pengeruk akan dilewatkan dari sisi mana, melihat di pinggir kali terdapat bangunan rumah. Sehingga sulit untuk melakukan pembersihan menggunakan alat berat ekskalator.

“ Namun kita akan tetap berupaya lah, melakukan pengerukan, meskipun hanya nanti hasilnya tetap tidak begitu maksimal,” pungkasnya.(pra/tris)

Sumber : globalmadura.com

By Jiddan 

Email Autoresponder indonesia