Puluhan Petani Keleyan Demo Tuntut Gudang Pupuk Yang Disegel Aparat Dibuka

image

Petani demo di gudang pupuk

Bangkalan, maduracorner.com – Puluhan  petani desa Keleyan Kecamatan Socah menggelar unjuk rasa ke gedung DPRD Bangkalan, senin (8/6/2015). Mereka datang hanya untuk menuntut satu hal, yakni mendesak agar penyegelan gudang pupuk PT Kaltim di desanya segera dibuka.

Korlap aksi para petani, Abdul Aziz mengatakan, tuntutan ini mereka lakukan karena para petani sangat membutuhkan pupuk saat ini untuk tanaman padi mereka. “Padi petani sudah waktunya diberi pupuk. Jika tidak diberi pupuk, padi akan rusak. Maka dari itu kami minta, hari ini juga gudang pupuk itu harus di buka,”tegas Abdul Aziz yang disambut sorak massa.

Ia menambahkan,  Jika ketidak tersediaan pupuk ini terus berlanjut, tanaman padi petani akan terancam gagal panen. Dan para petani pun akan menderita kerugian hingga jutaan rupiah. “Bila petani gagal panen, mereka mau makan dari mana? Mereka bukan PNS dan pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai petani,”paparnya.

Sayang, sejumlah anggota DPRD Bangkalan yang menemui mereka tidak bisa bersikap tegas. Meski mendukung tuntutan tersebut, mereka tidak berani mempelopori pembukaan segel gudang pupuk tersebut.

Karena tidak puas, para petani pun melanjutkan aksinya di areal gudang di jalan raya Keleyan. Upaya mereka membuka segel gudang terhalang oleh puluhan aparat kepolisian.

Petani pun sempat mengancam akan membuka paksa gudang tersebut. Jika tidak bisa, mereka siap melanjutkan aksinya hingga malam.

Setelah melakukan negosiasi dengan petinggi kepolisian Bangkalan, akhirnya segel gudang pupuk pun dibuka.

Pantauan maduracorner.com di lokasi, pembukaan segel ini langsung disambut gembira oleh para petani. “Hayo sekarang pulang, lalu kembali lagi membawa uang untuk membeli. Jangan mencuri pupuk, haram hukumnya!”, ujar salah seorang petani sambil tersenyum sumringah.

Seperti diketahui, gudang pupuk PT Kaltim di desa Keleyan memang disegel aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya. Hal ini karena diduga, terdapat pupuk palsu dalam gudang tersebut. Dan prosesnya pun masih berjalan saat ini. (yan/mad)

Penulis : Aryan
Editor  : Mamad El Sahraawy

Email Autoresponder indonesia