Puluhan Tahun Masih Menghuni Gubuk Bilik

1482 views
Saninten, janda tua bersama gubuk bilik reyotnya. foto : teguh/mc.com

Saninten, janda tua bersama gubuk bilik reyotnya. foto : teguh/mc.com

 

Janda Penganyam Tikar Tidak Tersentuh Bantuan RTLH | oleh : teguh

Maduracorner.com, Sumenep – Saninten (70), warga Dusun Galis, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, merupakan salah satu warga miskin yang belum beruntung. Janda tua yang menyambung hidup dari upah menganyam tikar ini masih tinggal di rumah bilik yang nyaris ambruk. Padahal pemerintah setempat saat ini tengah gencar mengucurkan bantuan stimulan rumah tidak layak huni (RTLH) pada rakyat miskin, namun bantuan itu tidak pernah menyentuh keluarga Sarinten.

Selama puluhan tahun, kuli penganyam tikar ini tinggal bersama dua anak dirumah yang atapnya sudah banyak yang bocor. Bahkan nyaris roboh karena sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki.

“Mau memperbaiki rumah bagaimana mas, kalau penghasilan saya cuma Rp 15 ribu, cukup untuk makan saatu hari saja sudah mujur,” kata Saninten, Kamis (1/5).

Ia menuturkan, dirinya memang pernah mendengar jika ada bantuan rumah dari pemerintah untuk warga miskin yang rumahnya tidak layak huni. Namun bagi Sarinten, bantuan tersebut hanya sekedar berita angin lewat, lantaran rumahnya yang sudah hampir roboh tidak pernah keciprataan bantuan sama sekali. Dalam kondisi ekonomi  yang serba terbatas, Sarinten memilih membiarkan air hujan menerabas masuk ke kamarnya dan memilih membeli beras untuk mengganjal perut.

Dia kemudian menuturkan, kedua orang anaknya yakni Fadilah (18) siswa kelas III MA, dan Syarif (35) bukannya tidak bisa berbuat banyak. Terutama Syarif, anak sulung yang diharapkan menjadi tulung punggung keluarga ini menderita penyakit lumpuh sejak usianya menginjak 22 tahun. Sedangkan dua anak perempuannya, sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di desa sebelah dengan kondisi ekonomi yang juga pas-pasan.

Mengetahui kondisi itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Hery Koentjoro Pribadi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia mengatakan bahwa apa yang dialami Saninten ini juga banyak dirasakan warga lain, sama-sama juga masih belum tersentuh program pemerintah. Karena bantuan dari pemerintah sifatnya terbatas dan disesuaikan dengan kondisi anggaran, lagi pula bantuan dari pemerintah hanya besifat stimulan yang tidak mungkin membantu secara keseluruhan.

“Memang kita akui faktanya masih banyak yang tidak tersentuh bantuan pemerintah, sebab  kuota bantuan terhadap masyarkat, setiap tahunnya terbatas, yang jelas kami tidak mungkin menyalurkan bantuan pada masyarakat secara keseluruhan, itu tidak bisa, ya kita bertahap lah,” kilahnya.(tgh/krs)

 

Tag: