Ra Momon Ancam Pidanakan Pengedar Foto Syur

845 views

 

Bahtiar Pradinata SH dan Syafi SH, kuasa hukum sekaligus jubir Ra momon. foto : krs/mc.com

Bahtiar Pradinata SH dan Syafi SH, kuasa hukum sekaligus jubir Ra momon. foto : krs/mc.com

Foto Syur Mirip Momon | oleh : Krism

Maduracorner.com, Bangkalan-Gelombang aksi unjuk rasa dan protes sejumlah kalangan terhadap peredaran foto syur seseorang yang mirip calon Bupati Bangkalan terpilih R. Makmun Ibnu Fuad akhirnya mendapat tanggapan. Pria yang akrab disapa Ra Momon ini melalui juru bicaranya mengatakan bahwa gambar syur itu bukanlah dirinya.

“Gambar itu merupakan hasil rekayasa dari pihak-pihak lawan politik untuk memfitnah klien kami. Klien kami sama sekali tidak pernah merasa melakukan apapun seperti yang ada dalam foto syur yang marak beredar tersebut,” ujar Bahtiar Pradinata, SH kuasa hukum sekaligus juru bicara Ra Momon.

Dia mensinyalir, foto syur tersebut sengaja direkayasa dan disebar luaskan luas oleh pihak kelompok tertentu untuk tujuan melakukan penggembosan politik dan pembunuhan karakter terhadap cabup terpilih Ra Momon.

“Awalnya kami berpandangan tidak perlu menanggapi foto syur yang marak beredar itu karena dianggap hanyalah isu yang tidak benar dan tidak memiliki relevansi dengan kepentingan masyarakat banyak. Tapi karena dalam perkembangannya gerakan itu semakin liar dengan memanfaatkan aksi demo dan media massa secara sistematis sehingga berdampak telah menyesatkan opini masyarakat, maka kami perlu untuk meluruskan,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga perlu untuk mempertimbangkan melakukan upaya-upaya hukum baik perdata maupun pidana terkait beredarnya foto-foto syur tersebut. Bahkan dalam waktu dekat ini, kuasa hukum Ra Momon yang dimotori Bahtiar dan Syafi’ SH ini akan melaporkan tindakan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan yang ditengara dilakukan sedikitnya oleh dua oknum yang ditengara paling bertanggung jawab atas beredarnya foto-foto mesum melalui situs web dan jejaring sosial tersebut.

“Penting untuk diketahui, bahwa apa yang kami lakukan ini bukan untuk tujuan balas  dendam politik. Melainkan sebagai pembelajaran bagi kita semua agar dalam berdemokrasi harus tetap mengindahkan nilai-nilai etika moral dan berpegang teguh pada kaidah hukum yang berlaku,” tegas Bahtiar.(ekr)

Email Autoresponder indonesia