Rabies, Gigitan Anjing

841 views

Akan mengakibatkan kematian. By : dr.Romadona Triada

301526_255046991213040_1752762286_n

1. Apakah yang dimaksud dengan Rabies?
Rabies adalah suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus dan akan mengakibatkan kematian, dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia.
2. Bagaimana cara penularan Rabies?
Penularan Rabies pada manusia atau hewan terjadi melalui gigitan hewan yang menderita Rabies.
3. Hewan apa saja yang dapat menularkan Rabies?
Anjing, kucing, kera, dan kelelawar.
4. Berapa lama masa tunas Rabies?
Gejala Rabies pada hewan, timbul (masa tunas/inkubasi) sekitar 3-6 minggu setelah gigitan hewan Rabies, sedangkan Rabies pada manusia sekitar 2-8 minggu.
Masa tunas tergantung dari:

* Parah/tidaknya luka digitan
* Jauh/dekatnya luka dengan susunan saraf pusat
* Banyaknya saraf pada luka gigitan
* Jumlah virus yang masuk ke dalam luka gigitan dan jumlah luka gigitan.
5. Bagaimana tanda-tanda / gejala-gejala-gejala Rabies pada manusia?
a. Pada manusia stadium permulaan Rabies sulit diketahui, yang perlu diperhatikan ialah adanya riwayat digitan hewan penular Rabies.
b. Biasanya didahului sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup, dan nyeri tekan pada bekas luka gigitan.
c. Stadium lebih lanjut:
— Kepekaan meninggi terhadap sinar, suara, dan angin
— Air liur dan air mata keluar secara berlebihan
— Yang khas dari penderita rabies adalah adanya rasa takut
berlebihan pada air
— Kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan
Biasanya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala-gejala/tanda-tanda
pertama timbul.
6. Bagaimana tanda-tanda / gejala-gejala-gejala Rabies pada hewan?
Rabies pada hewan ada 2 bentuk:
a. Rabies yang ganas
b. Rabies yang tenang

a. Rabies yang ganas
Pada anjing:

* Permulaan tampak perubahan tabiat, misalnya anjing yang biasanya ramah berubah jadi penakut dan tidak lagi menurut perintah majikannya.
* Senang bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan dingin.
* Nafsu makan hilang.
* Suara menjadi parau.
* Memakan benda-benda asing, misalnya: batu, paku, kayu, dan sebagainya.
* Ekornya berada di antara dua paha.
* Menyerang dan menggigit apa saja yang dijumpai
* Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan.
* Biasanya mati dalam 4-5 hari setelah gejala pertama timbul.

Pada kucing, gejala dan tandanya sama, tetapi kucing tidak berkeliaran sejauh anjing.

b. Rabies yang tenang
Pada Rabies bentuk ini, kejang-kejang berlangsung sangat singkat/tidak sempat terlihat sama sekali. Kelumpuhan sangat menonjol pada Rabies bentuk ini, sehingga biasanya kucing tidak dapat menelan, mulutnya terbuka, air liur keluar terus-menerus. Biasanya kematian terjadi dalam waktu singkat.
7. Bagaimana cara pencegahan Rabies pada manusia?
* Bila seseorang digigit hewan tersangka atau menderita rabies, tindakan pertama adalah: “Cuci luka gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 10-15 menit”.
* Kemudian luka diberi antiseptik, setelah itu segera pergi ke: “Rabies Center” (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau ke dokter untuk mendapatkan penanganan kasus gigitan selanjutnya yakni dengan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sesuai protap.
8. Bagaimana penanganan hewan tersangka rabies yang menggigit manusia?
Hewan yang menggigit harus segera dilaporkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan dilakukan pemeriksaan. Jika hewan observasi mati sebelum 14 hari observasi dan hasil pemeriksaan laboratorium positif, penderita gigitan agar segera di vaksinasi secara lengkap.
9. Bagaimana cara pencegahan Rabies pada hewan?
a. Hewan dibawa ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan untuk mendapatkan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun.
b. Anjing, kucing, dan kera peliharaan anda sebaiknya jangan dilepas keluar pekarangan.
c. Jika anjing akan dibawa keluar pekarangan rumah harus diikat memakai rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjing yang dibuat dari kulit).
Subdit Zoonosis, Dit PPB Ditjend PP dan PL
Kemenkes RI
Posted by:
-dr.Romadona Triada-

Email Autoresponder indonesia