Ratusan Warga Durjan Gelar Aksi Blokir Jalan Depan Mapolres Bangkalan

image

Ratusan Warga Durjan Gelar Aksi Blokir Jalan Depan Mapolres Bangkalan

Bangkalan,maduracorner.com – Sekitar 500 warga desa Durja, kecamatan Kokop, menggelar unjuk rasa ke Mapolres Bangkalan, rabu (11/3/2015) siang. Dalam demo yang diwarnai aksi pemblokiran jalan ini, warga juga menggelar istighosah di jalan Soekarno Hatta di depan kantor kepolisian resort tersebut.

Dalam orasinya, Ali Zein sebagai korlap aksi mengecam penahanan Kades Durjan, Mahrus Ali oleh Polres Bangkalan. Mahrus Ali sendiri ditahan karena disangkakan kasus pemalsuan umur dalam Kartu Tanda Penduduk yang bersangkutan. Padahal menurut Ali Zein, kasus tersebut terjadi secara tidak sengaja. Hal ini dikuatkan keputusan Pengadilan Negeri Bangkalan, bahwa kasus ini karena kekeliruan administrasi semata.

“Ini hanya kekeliruan administatif saja. Toh itu juga sudah dikuatkan oleh keputusan pengadilan. Kenapa polisi main tahan saja”,teriak Ali Zein yang disambut sorakan dukungan massa.

Namun polisi tetap bersikeras menahan Mahrus Ali. Upaya permohonan penangguhan terhadap Mahrus Ali pun ditolak oleh polisi. Bahkan berkas kasus ini sudah P21 ke Kejaksaan Negeri Bangkalan.

Hal inilah yang dikecam oleh warga. Polisi pun dituding pilih kasih dalam penegakan hukum. Karena menurut mereka, pelaku kasus kriminal lain yang lebih berat bisa dengan mudah ditangguhkan. “Kinerja polisi buruk. Pelaku kejahatan yang lebih berat bisa ditangguhkan. Lalu kenapa kepala desa kami tidak bisa ditangguhkan?,”lanjut Ali Zein.

Selain mengecam kinerja polisi, massa juga mendesak pencopotan AKBP Sulistyono sebagai Kapolres dan AKP Andi Purnomo sebagai Kasat Reskrim Polres Bangkalan. “Maka dari itu, kami menuntut dan mendesak kepada Polda Jatim agar mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim karena keduanya tidak bisa berlaku adil sebagai penegak hukum,”tegas Ali Zein yang kembali disambut teriakan dukungan massanya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Sulistyono menegaskan, pihaknya tidak pernah pilih kasih dalam penanganan perkara apapun. Sedangkan terkait permohonan penangguhan Mahrus Ali yang ditolak, Sulisyono menyatakan, proses penangguhan tersebut tidak procedural.

“Mereka meminta penangguhan terhadap yang bersangkutan. Kami minta agar disertai juga pengacaranya sebagai jaminan. Saat itu mereka tidak memiliki pengacara untuk Mahrus Ali”,ungkap Sulistyono kepada sejumlah awak media usai unjuk rasa bubar. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia