RESENSI BUKU: Hubungan Agama Dan Pancasila

713 views

Judul: PENDIDIKAN PANCASILA

Penulis: M. Taufik,S.H,M.H., Diyan isnaeni, S.H., M.H., Dr. Mariyadi, S.H., M.H., Prof . Dr.Yaqub cikusin, S.H., M.Si., Dr. Rahmatul Hidayati, S.H., M.H., Dr. H. Suratman, S.H., M.Hum., Drs H. Mohammad Bakar Miabaku Munir , M.H., Umar said Sugharto, S.H., M.H., Dr. H. Abdul Rokhim, S.H., M.H., Hayat S.AP., M.SI., Drs Noorhudha Muchsin , B.E., M.M., Dr. Ir. Sumartono M.P., .

Penerbit : PENERBIT BASKARA MEDIA ( ADITIYA MEDIA GRUP )

Tahun Terbit : Juli 2018

Total Buku : xii + 328 hal

Oleh : Nur Fajri Alami

Agama merupakan realitas yang berada di sekeliling manusia.masing-masing manusia memiliki kepercayaan tersendiri akan agama yang di anggapnya sebagai sebuah kebenaran(trust).agama yang telah menjadi kebutuhan dasar manusia ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial manusia tersebut.

Agama juga diyakini tidak hanya berbicara soal ritual semata melainkan juga berbicara tentang nilai-nilai yang harus dikonkretkan dalam kehidupan sosial. Termasasuk dalam ranah ketatanegaraan muncul tuntutan agar nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan bernegara.masing masing penganut agama menyakini bahwa ajaran dan nilai nilai yang di anutnya harus ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dalam kehidupan bermasyarakat.berbangsa dan bernegara.indonesia dengan pancasila telah memberikan guidance soal relasi agama dan negara secara universal.artinya secara eksplisir maupun implisir.pancasila memang telah di rancang oleh the founding fathers untuk mengakomodir segala problematika dan keberlangsungan hidup agama-agama di indonesia dalam kaitannya dengan kebangsaan dan kenegaraan,baik di masa lampau maupun untuk kebutuhan saat ini dan kedepan.

Munculnya tuntutan konkretasi nilai nilai agama dalam kehidupan bernegara memunculkan perdebatan yang tidak kunjung selesai mengenai relasi antara negardan agama.banyak pendapat yang di keluarkan oleh para ahli dalam menempatkan posisi agama dalam kehidupan bernegara.hampir setiap fase dalam sejarah sebuah bangsa selalu saja muncul persoalan ini.

Para ahli merumuskan beberapa teori untuk menganalis relasi antara.negara dan agama yang antara lain dirumuskan dalam tiga paradigma.yaitu pradigma integralistrik,pradigma simbiotik,pradigma sukularistik.

Hubungan negara dengan agama menurut pancasila adalah berdasar atas ketuhanan yang maha esa dan atas dasar kemanusiaan adil dan beradap.hal ini termuat dalam penjelasan pembukaan UUD 1945 yaitu pokok pikiran keempat .rumusan yang demikian ini menunjukkan bahwa negara indonesia yang berdasarkan pancasila adalah bukan negara sekuler yang memisahkan negar dengan agama,karena hal ini tercantum dalam pasal 29 ayat (1) bahwa negar adalah berdasar atas letuhanan yang maha esa .

Hal ini berarti bahwa negara sebagai persekutuan hidup adalah berketuhana yang maha esa,konsekuennya.segala aspek perumusan kebijakan dalam pelaksanaandan penyelenggaraan harus sesuai dengan hakikat nilai nilai yang berasal dari tuhan.nilai nilai yang berasal dari tuhan pada hakikatnya merupakan sumber dari segala sumber yang harus menginspirasi serta menyemangati konsep,nilai,norma dan etika kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.segala bentuk produk peraturan dan perundang undangan yang telah.sedang dan akan diberlakukan di indonesia harus merujuk pada nilai nilai ketuhanan yang maha esa.termasuk hukum positif di indionesia.

Demikian pula makna yang terkandung dalam pasal 29 ayat (1) tersebut juga mengandung suatu pengertian bahwa negara indonesia adalah negara yang bukan hanya mendasarkan pada suatu agama tertentu atau bukan negara agama dan juga bukan negara theokrasi.negara pada hakikatnya mengakomodir segala bentuk agama dan menjamin kehidupan agama dan ummat beragama.karena beragama adalah hak asasi yang bersifat mutlak.dalam kaitannya dengan pengertian negara yang melindungi seluruh seluruh agama di seluruh wilayah tumpah darah.pasal 29 ayat (2)memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan ketakwaan masing-masing.

negara kebangsaan yang ketuhanan yang maha esa adalah negara yang merupakan penjelmaan dari hakikat kodrat manusia sebagai makhuluq individu dan juga makhluqsosial serta manusia sebagai pribadi dalam hubungannya dengan tuhan yang maha esa.

Hubungan negara dengan agama menurut paham theokrasi bahwa antara agama dengan negara tidak dapat dipisahkan.negara menyatu dengan agama,pemerintahan dijalankan berdasarkan wahyu dari tuhan.segala tata kehidupan dalam masyarakat.bangsa dan negara didasarkan ats wahyu tuhan.dengan demikian agama menguasai masyarakat politis,dalam praktik kenegaraan terdapat dua macam pengertian negara theokrasai.

Hubungan negar dengan menurut sekulerisme membedakan dan memisahkan antara agama dengan negara.oleh karena itu di dalam suatu negara yang berfaham sekulerisme,baik bentuk,sistem serta segala aspek kenegaraan tidak ada hubungannya dengan agama.sekulerisme berpandangan bahwa negara adalah hubungan keduniawian atau masalah masalah keduniawian (hubungan manusia dengan manusia). Adapun agama adalah urusan aghirat yang menganut hubungan manusia dengan tuhannya.

Dalam negara yang berpaham sekulerisme sistem norma-norma terutama norma-norma hukum positif dipisahkan dengan nilai-nilai norma agama.konsekuensinya hukum positif sangat ditentukan oleh komitmen warga negara sebagai pendukung pokok negara.

Negara adalah urusan hubungan horizontal antar manusia dalam mencapi tujuannya,adapun agama adalah menjadi urusan ummat masing-masing agama.walaupun dalam agama sekuler membedakan antara agama dengan negara,namun lazimnya warga negara diberikan kebebasan dalam memeluk agama masing-masing

Hubungan negara dengan agama menurut paham liberitas hakikatnya mendasarkan pada kebebasan individu.sehingga masalah agama dalam negara sangat ditentukan oleh kebebasan individu.paham liberalisme yang mendasarkan atas kebenaran rasio.meterialisme yang berdasarkan atas hakikat materi.emperisme yang mendasarkan atas kebenaran pengalaman indra serta individualisme atas kebenaran individu.

Negara memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.negara liberal memberi kebebasan untuk menilai dan mengkritik agama,misalnya tentang Nabi,Rasul,Kitap suci bahkan tuhan sekalipun.misalnya di inggris,salman rusdi yang mengkritik kitab suci dengan tulisan ayat-ayat setan.karena menurut paham liberal bahwa kebenaran individu adalah sumber kebenaran tertinggi.

Email Autoresponder indonesia