Ribuan Peserta Ikuti Parade Sepeda Kuno

427 views
peserta dari bangkalan antusias mengikuti parade sepeda kuno-foto: Nus Sofia/MC.com

peserta dari bangkalan antusias mengikuti parade sepeda kuno-foto: Nus Sofia/MC.com

Onthelis Bangkalan berharap kegiatan serupa diadakan oleh Pemkab Bangkalan | oleh : Nur Sofia

Maduracorner.com, Sampang – Antusias warga Indonesia terhadap sepeda kuno sangat tinggi, hal itu terbukti dari keikutsertaan ribuan peserta yang mengikuti Parade Onthel dan Pakaian Tempo Doeloe yang diadakan di halaman GOR Sampang. Tidak hanya di ikuti oleh pecinta sepeda kuno madura tapi juga onthelis kota – kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bali.

Selain menyajikan hiburan rakyak dangdut, acara yang diadakan dalam rangka ulang tahun ke dua Paguyuban sepeda onthel Cakraningrat Sampang, panitia juga menghadirkan segala jenis sepeda tua keluaran mulai dari tahun 1902, 1932 hingga sepeda yang termuda keluaran tahun 1970.

Menurut Wakil Paguyuban sepeda onthel Cakraningrat Sampang Hermanto, acara yang dikemas dalam Festival Sepeda Kuno dan Pakaian Tempoe Doeloe ini akan di isi dengan parade sepeda tua yang diikuti oleh ratusan onthelis se Indonesia. ” Parade sepeda tua menempuh jarak kurang lebih 14 km dengan melewati situs – situs bersejarah di Sampang, ini juga bagian dari promosi wisata sampang ” terang Hermanto (22/06).

Dari pantuan MC, suasana parade sepeda kuno sangat meriah, selain sepedanya yang antik juga pakaian yang dikenakan oleh peserta sangat beragam, seperti pakaian tentara tempo dulu dan pakaian berwana warni serta pakaian adat asal daerah peserta. Tak ketinggalan puluhan peserta onthelis asal Kabupaten Bangkalan yang mengusung pakaian adat madura ala Sakera.

Salah satu peserta dari paguyuban pecinta sepeda tua Sakera Bangkalan mengatakan sangat antusias mengikuti kegiatan parade sepeda kuno, bahkan untuk tahun – tahun ke depan kegiatan sepura bisa di adakan oleh pemerintah daerah bangkalan.

” Ini adalah gawenya pemerintah jadi kalau pemerintah daerah bangkalan tidak bisa mengadakan kegiatan seperti ini tentu sangat memalukan. Untuk itu saya mengharapkan kepada Pemkab Bangkalan untuk bisa merealisasikan karena kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya orang jaman dahulu serta juga bagian dari warisan budaya madura khususnya budaya masyarakat Bangkalan ” kata peserta dari paguyuban onthelis Sakera Bangkalan yang juga ketua Kosti Bangkalan Jimhur Saros. (fia/oeb)