RSUD Bangkalan Terkesan Menolak Pasien Dari Peserta BPJS

1038 views

Maduracorner.com, Bangkalan, Masyarakat Bangkalan yang mendapat kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sering kali mendapati pelayanan yang kurang baik dari pegawai rumah sakit.

Penyebabnya, masyarakat yang hendak berobat dikarnakan menggunakan kartu BPJS sehingga pelayanannyapun sering kali tidak jelas. Bahkan terkesan diabaikan. Beberbeda dengan pasien umum yang mau berobat, pelayanan dari rumah sakit terkesan istimewa karna mereka pasti membayar.

Padahal, masyarakat yang mau berobat menggunakan kartu BPJS juga harus sama mendapati hak pelayanan seperti pasien umum. Karna mereka sudah mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah. Namun, fakta dilapangan beberda.

Seperti yang di alami Kadin (49) warga Klampis Timur Kecamata Klampis Bangkalan terpaksa di tolak di rawat RSU Syarifah Ambani Rato Ebo karena mengunakan kartu BPJS.

Diceritakan Nurul Khofifah ponakan pasien ketika mendampingi Kadin (Pasien) memeriksakan kesehatan sesuai rujukan dari Puskesman Klampis setelah beberapa hari di rawat jalan di Puskesams Klampis.

Menurut Nurul, awalnya pasien di rawat jalan di Puskesmas Klampis namun tidak ada perkembangan, Puskesmas menyarankan untuk di rawat di Rumah sakit umum Bangkalan.

Setelah di bawa ke RSU Syarifah Ambani Rato Ebo, Minggu, (1/8), sekitar pukul 04.00 Wib, pasien di periksa di Istalasi Gawat Darurat (IGD) untuk di cek lebih lanjut, hasil pemeriksaan IGD pasien di anggap tidak memiliki penyakit yang serius, di sarankan untuk rawat jalan.

“Pasien sudah di rawat jalan selama 10 hari, mulai di rawan jalan di dokter kampung selama tiga hari, setelah tidak ada perkembangan baru di bawa ke Puskesmas Klampis di rawat jalan di puskesmas,” terangnya, Senin (02/09/2019).

Kata Nurul tidak mungki pamannya (Kadin) tidak mengindap penyakit, karna kondisi tubuhnya panas naik turun. Bahkan awal masuk rumah sakit, panasnya 39 C, setelah di cek oleh perawat puskesmas yang kebetulan ikut mengantar ke Rumah Sakit.

“Saya juga Sarjana tidak bodoh-bodah amat tentang kesehatan,apalagi terkait kondisi paman saya, saya yang membantu sejak periksa ke dokter kampung, ke puskesmas,” tandasnya.

Nurul menambahkan cukup penasaran kenapa di rawat jalan. Dan pihaknya disaran oleh perawat puskesmas agar menggunakan umum. Karna kemungkinan bisa saja mengunakan BPJS di tolak.

“Setelah mencoba tidak mengunakan BPJS (rawat inap), baru di respon dengan cepat oleh yang jaga IGD saat itu, dan pasien di suruh lansung masuk di keruangan Kartini,” ucapnya.

“Jelas paman saya di tolak di rawat karena mengunakan BPJS, buktinya setelah tidak mengunakan BPJS langsung bagian IGD menghubungi dokter, dan sarannya di suruh masuk kerungan,” ucap Nurul Khofifiah dengan nada kesel.

Sementara itu, wakil direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) dr.Fahad Suryaningrat, ketika di konfirmasi melalui via telpon (WA) tidak bisa ditemui karna pihaknya mengaku sedang ada rapat. “Akan tanya dulu karena sedang rapat,” jawabnya dengan singkat. (tkn).