Salah Hitung Musim, Petani Cabai di Klampis Derita Kerugian Hingga Ratusan Ribu Rupiah

Petani Cabai Klampis-foto: Aryan/MC.com

Petani Cabai Klampis-foto: Aryan/MC.com

Bangkalan,Maduracorner.com – Saat menghadapi musim kemarau seperti sekarang ini,rata-rata komunitas petani cabai keriting merah di desa Tolbuk Kecamatan Klampis menderita kerugian hingga ratusan ribu rupiah per orangnya. Kerugian yang di alami itu akibat adanya kesalahan tehnis dari mereka dalam menghitung perubahan iklim dari musim hujan kemusim kemarau. Artinya, saat menanam cabai merah keriting diakhir pergantian musim penghujan ke musim kemarau meleset. Tak pelak harapan akan adanya air hujan yang masih turun secara sporadis, sama sekali tidak ada, sehingga pertumbuhan tanaman cabai menjadi lamban dan buahnya kurang sempurna. “Ada kesalahan penghitungan musim, dugaan kami meski masuk musim panas, hujan masih akan turun seperti pergantian musim sebelumnya. Tapi sayangnya tidak ada hujan sehingga tumbuhan cabai yang masih butuh siraman air itu menjadi tidak sempurna,” terang pak Soleh saat dijumpai disawahnya, selasa, (9/9/2014).

Saat cabai itu kami tanam sekitar 2 bulan lalu, lanjut Soleh, harga cabai merah keriting masih bagus antara Rp.50. Hingga Rp 60 ribu/kg. Tetapi mulai seminggu lalu ketika cabai keriting merah yang tumbuh tidak sempurna itu dipanen, rata-rata perpetak lahan petani hanya dapat 20 hingga 25 kg dengan harga Rp 10. ribu/kg. Tak heran petani yang mengeluarkan biaya sekiar Rp.500 ribu hingga Rp. 600 ribu dalam satu kali tanamnya menderiita kerugian ratusan ribu. “Cabai merah keriting yang tumbuh tidak sempurna ini terpaksa kami panen untuk meminimal kerugian,” pungkasnya.

Penulis. : Aryan
Editor : Sohib

Email Autoresponder indonesia