Santri Bangkalan Diminta Bijak Manfaatkan Teknologi

378 views

Pembekalan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Di era digital saat ini membuat arus informasi semakin tidak dapat dibendung. Hal itu, berdampak pada maraknya berita bohong atau hoaks di media sosial. Bahkan, mampu mempengaruhi persepsi masyarakat.

Dalam pembekalan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan, para santri diajak untuk ikut memerangi hoaks, Rabu (14/11/2018).

Kegiatan yang diikuti 300 santri dari beberapa pesantren di Bangkalan itu, menghadirkan Staf Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Drs. Gun Gun Siswadi, Konsultan Yayasan Santripreneur Indonesia, KRT. Noor Wahjudi, dan Ketua Majelis Pesantren Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo.

“Santri harus berperan aktif menangkal informasi hoaks, dengan menyebar berita-berita positif,” ucap Gun Gun.

Kenapa harus santri sambungnya, karena di pesantren selalu mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Harapannya, para santri ini bisa mengaploud informasi yang bermanfaat untuk melawan berita-berita hoaks itu.

“Strategi melawan hoaks bisa melalui edukasi, literasi, dan sosialiasi,” ucap Staf Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa tersebut.

Ketua Majelis Pesantren Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo menambahkan, penggunaan TIK dengan bijak dan cerdas dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Santri harus bisa memanfaatkan TIK sebaik mungkin,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan KH Nasih Aschal mengungkapkan, santri tidak hanya dituntut belajar semua materi di pesantren. Namun, juga harus mampu mengelola TIK.

“Zaman keterbukaan informasi menjadi tantangan bagi kami sebagai santri dan masyarakat pesantren,” jelasnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) itu, mengajak kaum santri berlomba-lomba memberikan kontribusi demi kemaslahatan umat, agama, dan bangsa Indonesia dengan memanfaat kecanggihan teknologi.

“Kaum santri tidak boleh telat dalam mengakses segala bentuk perkembangan di era digital ini,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad