Satlantas Polres Bangkalan Sediakan Fasilitas ‘Coaching Clinic’ Ujian Praktik SIM

Peserta coaching clinic mendapat pengarahan dari anggota Satlantas Polres Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Tak sedikit pemohon Surat Izin Mengendara (SIM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, gagal mendapatkan SIM karena tak lulus ujian, terutama ujian praktik. Oleh sebab itu, Satlantas Polres setempat menyediakan fasilitas coaching clinic bagi pemohon SIM untuk berlatih.

“Masyarakat yang ingin membuat SIM atau pernah gagal saat ujian, bisa memanfaatkan coaching clinic sebelum benar-banar ujian praktik,” terang Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Danu Anindito Kuncoro Putro, Selasa (11/12/2018).

Menurutnya, pelatihan gratis tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Tepatnya, Selasa dan Kamis setiap pukul 15.30-17.00 WIB. Para peserta mendapat bimbingan cara terampil berkendara dari anggota Satlantas Polres Bangkalan.

“Untuk sementara waktu coaching clinic untuk pemohon SIM C. Kedepannya, kami akan membuka buat pemohon SIM A,” ucapnya.

Dijelaskan, coaching clinic tersebut untuk membantu pemohon SIM yang mau latihan saja. Selain berlatih, mereka juga diberi pengetahuan tentang tata tertib lalu lintas. Harapannya, ketika mengikuti ujian praktik bisa lulus.

“Lebih baik kami terkesan sulit mengeluarkan SIM daripada mempermudah, tapi banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, karena tidak mahir berkendara,” tegasnya.

Danu tidak memungkiri jika angka kecelakaan lalu lintas masih tergolong tinggi di Kabupaten Bangkalan. Bahkan, dua bulan terakhir mengakibatkan 28 pengendara roda dua dan roda empat meninggal dunia.

“Korban kecelakaan yang meninggal dunia di bulan Oktober sebanyak 13 orang, dan 15 orang di bulan November 2018,” paparnya.

Dia mengimbau kepada pengendara roda dua agar selalu mengutamakan keselamatan, dan konsentrasi ketika berkendara. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan yang menyebabkan kondisi jalan banyak yang licin.

“Jangan sekali-kali melanggar peraturan. Budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” pesannya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad