Sekelumit History Perupa Bangkalan

776 views

Bangkalan, Maduracorner.com – Di bidang seni rupa, kita pernah memiliki pelukis besar “Pak Sumaji” yang Alhamdulillah sampai sekarang beliau masih bersama kita walaupun dalam keadaan umur yang sudah renta. Semangat beliau tak berhenti dalam berkesenian. Sumaji, alumni Sanggar Bambu sangat disegani dalam hal kekaryaannya yang sangat khas. Beliau dengan proses kreativitasnya masih bangga membawa KeMaduraan dan keBangkalannya. Terbukti binaan-binaannya mampu “berbicara” dalam ranah Nasional.

Ada lagi pematung Almarhum “Suparno” dengan pengalaman yang sangat banyak beliau berproses sampai ke ibukota di Pasar Seni Ancol Jakarta, dan kapasitas karyanya cukup disegani. Ada pula Almarhum “Mas Yanto Banakeron” seorang Reliefer dan kartunis yang sangat genius. Saya pribadi sangat mengagumi karya-karya beliau karena di zaman Sekokah Dasar (SD), saya adalah saksi hidup tatkala beliau berproses membuat karya yang rata-rata untuk kepentingan daerah.

Kini sejumlah Perupa Generasi lanjutan macam Mas Chairul dengan pengalaman Pameran tunggal di ibukota sampai mendapat undangan pameran di Belanda, Mas Ir yang sempat ngangsu kaweruh di ibukotanya seni “Djodjakarta” yang juga sempet berkongsi lama dengan perupa nasional Hendro Suseno, juga adalah sebuah perhitungan. Beberapa yang lain seperti almarhum Hosen, almarhum Pa’ong, Cak Lung, Pak Syukkur, Tajab, sampai generasi muda seperti Mas johan, Mas Edy Art, Sadat Kurcas, ada juga pelukis muda dan langka seorang feminim Irza Nova Husna, satu-satunya perupa perempuan yang bisa diharapkan pada generasi berikutnya.

Dan tentu yang cukup hangat juga Bangkalan punya Mas Suvi, seorang perupa Bangkalan membawa kekhasan karya yang sarat kental peristiwa hidup orang Madura dan Bangkalan sampai pada puncak prestasi internasionalnya menjuarai UOB di Asia. Masih ada juga perupa putra daerah yang masih sangat intens dalam berproses di luar Bangkalan seperti Mas Farid Shan dan masih banyak lagi. Mereka-mereka adalah aset daerah yang sangat ampuh menjadi andalan Bangakalan tercinta ini. Mereka dengan segala keterbatasan situasi terus berkarya dan membina di lingkungan sanggar masing-masing. Keberadaan para perupa dan geliat pembinaan yang dilakukannya merupakan kekuatan tersendiri yang dimiliki Bangkalan. Sempat terjadi kevakuman yang cukup lama dalam bidang rupa, namun Alhamdulillah mulai akhir tahun 2018 hingga jalan menuju pertengahan 2019 ini, sebuah komunitas dari luar rupa, yaitu “Komunitas Masyarakat Lumpur” (Si Empu Mas Helmy Orasetya) mampu membangunkan para perupa untuk bangun kembali dari tidur panjangnya dengan terus mengadakan sebuah konsep program yang intens dan kontinue.

Bagi saya pribadi seni rupa Bangkalan kini masih menjadi pengemuka terdepan di lingkup Madura. Maka bisa ditarik sebuah simpulan di atas yang bisa kita ambil adalah bahwa kita punya sejarah, kita punya pelaku, kita punya kualitas, dan kita punya daya hidup (vitalitas). Maka tidak ada lagi alasan untuk tidak mendudukan “seni” sebagai potensi yang strategis”, yang demikian prospektif untuk dikembangkan dan dimajukan tiada henti. Salam seni Budaya!

Nb = Mohon maaf, bila tulisan diatas saya tidak dapat secara keseluruhan menyebut seniman / seniwati atau pencapaian prestasi karyanya yang ada. Ini semata keterbatasan saya termasuk akurasinya.
Namun tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat pada masing masing seniman / seniwati yang bersangkutan yang terlewat sempat kesebut.

Penulis : Hendra Gemma

By Jiddan

Email Autoresponder indonesia